batampos.co.id – Sebanyak 1.771 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan,  BPNT adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“Selain bentuk perhatian langsung kepada masyarakat karena dampak ekonomi, program sosial ini diberikan pemerintah sebagai merupakan timulus agar keluarga prasejahtera dapat terbebas dari garis kemiskinan,” katanya, Rabu (12/8/2020).

“Saya dengar langsung ada keinginan itu dari bapak ibu. Saya katakan kami pemerintah merasa bangga. Lebih bangga lagi ketika benar grafik kemiskinan kita turun. Caranya ikuti arahan dari pendamping,” ujar dia lagi.

Menurut dia, pemerintah memahami dampak Covid-19 cukup terasa bagi masyarakat. Karena itu, Pemko Batam memberikan bantuan untuk masyarakat dengan menyalurkan dua tahap paket sembako gratis.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, (duduk kemeja putih) melihat proses pengambilan Bantuan Pangan Non Tunai oleh KPM. Foto: Media Center Pemko Batam

Kemudian Pemerintah Provinsi Kepri satu tahap dan kini yang sedang berjalan yaitu bantuan tahap ke empat dari BP Batam.

“Nah, yang dapat di bantuan yang BPNT ini tidak dapat bantuan yang kemarin, begitupun sebaliknya. Ini untuk menghindari double bantuan, sehingga masyarakat terbantu secara merata,” papar dia.

Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM), Leo Putra, mengatakan, dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang didalamnya telah disalurkan bantuan, KPM dapat menyambangi e-Warung dan membeli bahan pangan.

Di antaranya berupa beras 10 kilogram, kacang hijau 1 kilogram, telur 1 papan, dan jeruk. Bahan pangan tersebut mewakili kriteria yang ada dalam ketentuan seperti karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan vitamin.

“Se-Kota Batam ini ada 112 agen yang ikut melaksanakan program ini,” imbuhnya.

Perwakilan KPM, Marlina Sianipar, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah karena terus memperhatikan masyarakat.

“Kami semua punya keinginan keluar dari kemiskinan. Pendamping terus membimbing kami, dari mengelola keuangan bahkan perihal kesehatan,” ucapnya.(*/esa)