batampos.co.id – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Imigrasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Kementerian Hukum dan HAM pun menutup sementara Gedung Eks Sentra Mulia di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, selama satu minggu, sejak Rabu (12/8) sampai dengan Jumat (21/8) mendatang.

Berdasarkan surat yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenkumham, tertulis bahwa seluruh pimpinan tinggi dan ASN yang melaksanakan tugas kedinasan di seluruh area Gedung Kemenkumham untuk sementara waktu bekerja dari rumah.

“Aktivitas di Gedung Kementerian Hukum dan HAM (eks Sentra Mulia) sementara waktu ditutup mulai tanggal 12 sampai dengan 21 Agustus 2020 guna proses penyemprotan disinfektan,” demikian bunyi surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, Rabu (12/8/2020).

Seluruh pimpinan tinggi dan ASN yang bekerja di Gedung Kemenkumham juga diminta untuk melaksanakan tugas kedinasan dari rumah atau Work From Home (WFH).

Para pejabat tinggi dan ASN yang WFH tetap dianjurkan untuk melakukan absensi mandiri, mengisi jurnal harian melalui aplikasi Simpeg, serta mengerjakan tugas dinas sesuai perintah atasan langsung.

Ilustrasi. Dokumentasi batampos.co.id

Sementara itu, Kabag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arvin Gumilang membenarkan beredarnya surat tersebut di kalangan internal.

“Iya itu suratnya betul. Penjelasan lebih lanjut dari Biro Humas Kemenkumham,” cetus Arvin.

Perlu diketahui, sebanyak 49 perusahaan di Jakarta terpaksa ditutup sementara karena pegawainya positif terpapar virus corona (Covid-19).

Sementara, tujuh perusahaan lainnya ditutup karena melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, 49 perusahaan itu tersebar di lima wilayah Jakarta.

Sebanyak 14 perusahaan masing-masing berada di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Kemudian, 12 perusahaan di Jakarta Pusat, 5 perusahaan di Jakarta Barat, dan 4 perusahaan di Jakarta Utara.

Kendati demikian, Andri tidak merinci nama-nama perusahaan yang ditutup karena Covid-19.

Sementara itu, 7 perusahaan yang ditutup karena melanggar protokol tersebar masing-masing satu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, dan empat perusahaan di Jakarta Selatan.(jpg)