batampos.co.id – Penerbangan pesawat komersial berangsur pulih dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, syarat penerbangan hanya cukup membawa dokumen rapid test saja sehingga lebih mudah dibanding harus menunjukkan hasil swab tes. Namun, setiap hari selalu saja ada masyarakat yang tetap nekat masuk Bandara Internasional Hang Nadim, walaupun dengan menggantongi dokumen rapid test dengan hasil reaktif.

”Selalu ada, sepagi ini (kemarin) saja ada satu,” kata Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso, Selasa (11/8).

Suwarso mengaku, kebanyakan yang membawa dokumen rapid test hasil reaktif ini, sudah mengetahui aturan untuk syarat terbang melalui bandar udara. Namun, mereka mencoba-coba, dengan harapan bisa lolos pemeriksaan.

”Namun ada juga merasa dokumen itu tak jadi soal. Sehingga ada dokumen rapid test yang hasil reaktif, merasa sudah bisa masuk terminal. Tapi kan syaratnya, wajib nonreaktif atau negatif swab,” ungkapnya.

Selain itu, ada lagi masyara kat yang mencoba mengakali petugas. Suwarso mencontohkan, masyarakat awalnya rapid test hasilnya reaktif, lalu mencoba lagi ke tempat lain hasilnya nonreaktif. ”Dokumen nonreaktif ini dibawa, tapi kan setiap tes itu kan ada laporan ke tim gugus. Jadi terbaca siapa yang reaktif atau nonreaktif,” ucapnya.

Bagi penumpang terdeteksi reaktif, biasanya langsung dibawa ke RSKI Galang untuk menjalani karantina selama 14 hari. Terkadang, ada juga keluarganya menjemput dan menjamin dilaksanakan karantina mandiri di rumah.

”Tapi tetap di data petugas nantinya. Nomor ponsel, alamatnya, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan kontrol,” ucapnya.

Kepada masyarakat Batam, Suwarso mengimbau agar mematuhi protokol yang sudah ditetapkan. ”Bawalah dokumen yang sesuai, apabila reaktif segera melaporkan diri ke petugas. Jangan memaksakan diri berangkat (melalui Bandara Hang Nadim),” tuturnya.

Suwarso mengatakan, Hang Nadim akan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. ”Sebelum masuk di cek dokumen rapid atau swab-nya. Lalu di cek suhunya, lalu di konter di cek lagi sebelum check-in. Semua aturan yang ditetapkan pemerintah, kami terapkan,” pungkasnya.(*/jpg)