batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam akan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pengadaan paket internet guna mendukung sistem belajar daring atau online.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, untuk tahap awal bantuan akan diprioritaskan bagi siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sehingga dapat meringankan beban biaya terutama peserta didik yang tidak mampu.

“Siswa yang tidak mampu akan diupayakan dibantu. Postingan anggarannya ada di BOS. Mereka yang masuk KIP atau PKH dan lainnya akan dicoba kami bantu,” kata seperti yang dilansir dari posmetro.co, Selasa (11/8/2020).

Kata dia, masing-masing sekolah sudah memiliki data dan klasifikasi terkait anak yang akan dibantu.

Ilustrasi. Dokumentasi batampos.co.id

Sementara, pelaksanaannya masih dalam pembahasan, jika memang semua sudah siap maka bantuan akan segera dilakukan. Agar peserta didik bisa lancar daring dengan lancar dan aman.

“Secepatnya akan segera kami laksanakan. Mudah-mudahan bisa membantu para anak dan orangtua di tengah masa pandemi ini,” ujar Ketua PGRI Kota Batam itu.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menuturkan, saat ini sekolah sudah memiliki peta-peta siswa mana yang membutuhkan bantuan paket internet.

Selama ini kata dia, banyak keluhan dari orang tua peserta didik terkait membengkaknya pengeluaran karena harus mencukupi kebutuhan internet anak-anak mereka, sejak proses belajar mengajar dilakukan secara online.

“Tadi saya sudah tanya Pak Hendri (Kadisdik,red) bahwa tidak ada masalah dalam penerapan kebijakan ini. Tujuannya tetap sama meringankan beban orangtua pastinya,” ulasnya.

Dalam pelaksanaan ada mekanisme yang harus disiapkan. Agar tidak bermasalahan dikemudian hari.

“Karena ini menyangkut penggunaan anggaran. Itu artinya harus ada juknis yang jelas sebelum dana digunakan agar bisa dipertanggungjawabkan nantinya,” paparnya.

Karena itu, bagi keluarga yang memilki keterbatasan akan dibantu atau didukung melalui anggaran dana BOS. Menurut Amasar sekolah sudah memiliki data keluarga mana yang membutuhkan bantuan paket internet ini.

“Datanya sudah ada. Tinggal tunggu juknisnya saja, berapa besar yang akan dibantu dan mekanisme lainnya,” terang bapak tiga putri itu.(*)