batampos.co.id – Sejak tahun 2012, konsep Smart Water Management System berbasis teknologi telah diaplikasikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di tiap lini operasionalnya.

Era teknologi industri 4.0 menjadi tantangan baru bagi perusahaan untuk melakukan inovasi, baik operasional di lapangan maupun pelayanan pelanggan.

Salah satu inovasi ATB, ATB Enterprise System (AES) telah dijalankan sejak Januari 2017 untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional.

Sistem teknologi terintegrasi pertama untuk manajemen pengelolaan air dan satu-satunya di Indonesia.

ATB telah melayani kebutuhan air bersih di Pulau Batam selama 25 tahun. Meski bergelut dengan sumber daya air yang terbatas yang hanya mengandalkan waduk tadah hujan, namun ATB memastikan masyarakat mendapatkan layanan air dengan kualitas prima.

Saat ini ATB melayani lebih dari 290 ribu pelanggan, dengan cakupan pelayanan 99,7 persen, tingkat kontinuitas layanan 23,7 jam per hari dan tingkat kebocoran tahunan 14 persen.

Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan oleh Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Inovasi teknologi bukan lagi jadi pilihan tapi sudah jadi kebutuhan dan budaya di lingkungan ATB,” ujarHead of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Keunggulan ATB yang sulit ditandingi adalah senantiasa terdepan dalam inovasi teknologi. ATB Integrated Operation System telah mendapatkan Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Nomor Paten IDS000002635 pada tahun 2019.

“Kami memastikan bahwa inovasi menjadi bagian dari pekerjaan semua karyawan di ATB. Setiap karyawan diberdayakan dan diberi kesempatan untuk mencoba hal baru dan menjalankan ide-ide terbaik mereka,” lanjut Maria.

Keunggulan kompetitif ATB merupakan bukti kinerja terbaik yang telah diberikan oleh seluruh lini operasional perusahaan.

ATB unggul dari beragam aspek baik kemampuan finasial, kemampuan menciptakan program dan produk layanan, hingga inovasi teknologi. Ini menjadikan ATB sulit untuk digantikan oleh perusahaan lain yang sejenis.

Budaya inovasi demikian melekat di lingkup kerja ATB. Hal ini terlihat dari penerapan aplikasi sistem kerja hingga program-program pembaharuan baik dalam hal operasional, produksi, pelayananan hingga lingkungan.

“Selama pandemi, ATB yang sebelumnya memang telah memiliki beragam kanal media digital dan Smart Payment Channel tinggal mengedukasi masyarakat untuk lebih mengoptimalkan penggunaannya. Inovasi membuat kualitas layanan tetap terjaga,” jelas Maria.

Untuk program lingkungan sendiri, ATB memiliki kegiatan Eco Office yang fokus pada  pemanfaataan kembali barang-barang tidak terpakai di perusahaan melalui Reuse, Reduce dan Recycle seperti pemilahan sampah serta penghematan penggunaan kertas.

Inovasi di ATB tidak dilakukan sebagai kegiatan yang terpisah, namun inovasi menjadi pusat dari kegiatan operasional perusahaan. Dengan kata lain, inovasi melekat di semua hal yang dilakukan di lingkungan ATB.

Budaya inovasi ditumbuhkan agar kreatifitas seluruh sumber daya manusia terus ATB terasah dan difokuskan untuk semakin meningkatkan kepuasaan pelanggan.(*)