Infografis aliibenk/batampos.co.id

Badan Pengusahaan (BP) Batam menggunakan teknologi bakteri untuk mengolah limbah domestik yang dialirkan dari rumah-rumah warga ke pusat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai, Kota Batam.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, luas lahan IPAL di Bengkong Sadai mencapai 7 hektar.

Saat ini kata dia, selain terdapat kantor administrasi di lokasi tersebut juga terdapat bangunan Food Change Reactor (FCR).

FCR lanjutnya, merupakan inti dari pengolahan limbah domestik dengan menggunakan teknologi bakteri yang disimpan dalam rumah bakteri dengan kedalaman sekitar 5,5 meter.(esa/adv)