batampos.co.id – Warga RT 02 RW 01 Batu Besar akhirnya melakukan pertemuan dengan Lurah Batu Besar, Badri.

Dalam pertemuan tersebut terungkap mengapa masih terjadi kekurangan kuota paket sembako di RT 02 RW 01 Batu Besar.

Lurah Batu Besar, Badri, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan penambahan data yang diberikan sejumlah RT di wilayahnya kepada Kecamatan Nongsa sesuai SK dari Wali Kota Batam pada tahap tiga lalu.

“Namun, dari jumlah sekitar 650 paket yang telah kita ajukan, tidak ada yang terealisasi. Itu sudah termasuk data 101 dari RT 02 RW 01 ini,” kata Badri, Selasa (11/8/2020).

Ia menjelaskan, pada tahap tiga dan empat, pendistribusian sembako tersebut masih menggunakan data lama. Karena memang belum ada persetujuan terhadap penambahan kuota yang diajukan.

Kata dia, adanya panolakan bantuan sembako dari sejumlah warga RT 02 RW 01 Batu Besar, pihaknya mengambil jalan tengah.

“Kita mendistribusikan secara langsung kepada warga yang telah terdata untuk datang ke kantor kelurahan,” jelasnya.

Jika warga yang terdata tidak mengambil dalam waktu satu minggu, pihaknya akan mengantar langsung ke warga yang belum mengambil.

“Kalau warga tersebut menolak, kita akan mengalihkan paket sembako tersebut kepada warga lain di RT 02 RW 01 dan kita melakukan pengecekan secara langsung. Serta atas persetujuan warga yang telah terdata,” jelasnya.

Pengurus RT 02 RW 01 Batu Besar berfoto bersama setelah melakukan pertemuan dengan Lurah Batu Besar, Badri. Foto: Istimewa

Menurutnya, pembagian sembako dengan pengalihan data tersebut akan dilakukan dengan mendata warga secara langsung agar pembagian sambako tersebut tepat sasaran.

“Ini telah kita diskusikan, baik di kelurahan dan nantinya kepada perangkat RT setempat,” paparnya.

Pihaknya kata dia, akan berupaya melengkapi kekurangan paket sembako yang terjadi.

“Masih akan kita upayakan untuk memenuhi kekurangan, baik mengajukan kepada pemerintah serta pihak swasta atau pihak ketiga,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepri Komisi IV, Wahyu Wahyudin, mengatakan, akan berusaha menyampaikan kekurangan yang terjadi di Kelurahan Batu Besar khususnya di RT 02 RW 01 ke Gubernur Kepri, Isdianto.

Dirinya, juga mengungkapkan bahwa beberapa kemungkinan mengapa kekurangan masih terjadi.

Antara lain data yang belum di input oleh pihak kecamatan atau Pemko Batam memang tidak adanya penambahan kuota paket sembako, sehingga masih menggunakan data yang lama untuk pendistribusian.

Wahyu juga meminta pihak kelurahan atau kecamatan untuk mengundang anggota DPRD Kota Batam Dapil Nongsa agar dapat mengawal dan memperjuangkan hal tersebut.

“Di sini upaya kerjasama kita dibutuhkan, baik dari anggota dewan serta masyarakat untuk menyampaikan informasi lainnya,” katanya.

Wahyu mengaku mendapat informasi bahwa bantuan sembako dari Kemensos juga akan turun sebanyak 50 ribu paket untuk wilayah Provinsi Kepri.

Serta bantuan dari Pemprov Kepri tahap dua juga masih akan dipersiapan. Pada kesempatan itu dirinya juga akan mengajukan data kekurangan untuk kecamatan Nongsa, khususnya Kelurahan Batu besar.

“Pastinya akan berjalan dengan baik jika DPRD Kota Batam dan DPRD Kepri berjalan bersama untuk memperjuangkan ini ke masing-masing pimpinan daerah,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada warga RT 02 RW 01 yang punya inisiator untuk menyampaikan kekurangan sembako tersebut, yang menggambarkan empati terhadap warga lain.(nto)