batampos.co.id – Rencana pembukaan belajar tatap muka di sekolah pada pertengahan Agustus ini, bakal batal digelar. Penyebabnya, bertambahnya kasus baru Covid-19 yang belum bisa dihentikan dalam kurun dua pekan terakhir.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pembukaan sekolah di zona kuning tidak berlaku di Batam. Pasalnya, kasus Covid-19 di kota ini meningkat dan Batam kembali masuk zona merah, setelah sebelumnya sempat beralih jadi zona kuning.

”Aturan dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) itu kan zona kuning. Sedangkan kita masih berada di zona merah. Jadi, tidak masuk kriteria untuk buka sekolah belajar tatap muka,” kata Rudi, Rabu (12/8).

Wali Kota menjelaskan, saat ini sistem belajar dan mengajar masih dilakukan secara online atau daring. Itu dinilai masih lebih baik ketimbang memaksakan anak-anak harus kembali ke sekolah, yang malah berpotensi terjadi penularan.

”Minimal harus zona kuning. Karena itu, mari kita sama-sama jaga diri agar jumlah kasus Covid-19 tidak terus bertambah, sehingga sekolah bisa segera dibuka,” ujar dia.

Sebelumnya, rencana pembukaan sekolah akan dimulai pertengahan bulan ini setelah digelar rapat antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para kepala sekolah. Namun, mengingat penambahan kasus terus terjadi, hampir semua kasus positif merupakan transmisi lokal dan orang tanpa gejala (OTG). Hal ini dikhawatirkan adanya penularan dan munculnya klaster baru, terutama di lingkungan sekolah.

”Beberapa pekan terakhir jumlah kasus Covid-19 di Batam kembali meningkat. Sehingga saat ini, belum bisa dibuka belajar tatap muka, hal itu tidak lain adalah untu kebaikan bersama,” ujarnya.

Rudi berpesan agar seluruh orangtua murid untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan. Untuk sementara ini, semua pihak masih berupaya agar kasus bisa turun.

”Kita harus menjadikan Batam kembali jadi zona hijau (tanpa kasus), maka itu mari patuhi protokol kesehatan,” jelasnya.(*/jpg)