batampos.co.id – Ekonomi RI pada kuartal-II 2020 mengalami kontraksi cukup dalam, yakni 5,32 persen. Meski begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, perekonomian RI bukanlah yang terburuk.

Sebab, beberapa negara lainnya malah mengalami kontraksi ekonomi yang lebih dalam. “Kita satu dari sedikit negara, bersama Korea Selatan yang masih positif pada kuartal pertama. Pada kuartal kedua, negara lain turun lebih dalam,” ujarnya dalam acara Rakernas APINDO, Rabu (12/8).

Menurutnya, kebijakan pembatasan wilayah atau lockdown menjadi penyebab utama perekonomian beberapa negara anjlok sangat dalam. “Jadi, kalau kita lihat berbagai negara yang melaksanakan lockdown relatif ekonominya terdampak lebih dalam,” katanya.

Airlangga memaparkan, perekonomian AS diperkirakan -5,18 persen sepanjang 2020, Inggris diramal -9,53 persen, Jerman -6,23 persen, dan Prancis -10,06 persen. Sedangkan Jepang diproyeksikan -4,91 persen, Singapura -5,63 persen, Malaysia -3,24 persen, Thailand -5,78 persen, Brasil -6,11 persen, Argentina -9,65 persen, dan India -4,95 persen.

Airlangga menambahkan, perekonomian Indonesia diperkirakan minus 0,49 persen sepanjang tahun, meski pemulihan akan terlihat pada kuartal-IV dengan proyeksi PDB 1,38 persen. Pemulihan diperkirakan berlanjut pada 2021.

Airlangga yakin ekonomi tumbuh 3,2 persen pada kuartal-I dan tumbuh 6,75 persen pada kuartal-II. Berikutnya PDB akan tumbuh 5,03 persen pada kuartal-III, dan 5,1 persen pada kuartal-IV.

“Kalau lihat proyeksi di 2021, hampir berbagai institusi memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam jalur hijau atau positif,” tukasnya.(jpg)