batampos.co.id – Kasus pasien positif Covid-19 baru di Batam bertambah. Dalam dirilis Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Rabu (12/8), bertambah tiga kasus baru. Salah satu diantaranya seorang bayi yang diduga tertular dari orang tuanya.

Kasus pertama, seorang laki-laki berinisial RZA, 40. Dia ASN-Polri beralamat di Perumahan Nongsa Asri, Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa. RZA merupakan kasus baru Covid-19 nomor 369 Kota Batam.

RZA pada 5 Agustus 2020 berobat ke RS Bhayangkara Batam dengan keluhan demam yang naik turun sejak seminggu sebelumnya, disertai dengan nyeri ulu hati. Sesuai dengan hasil pemeriksaannya tersebut, RZA diedukasi untuk melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya. Dan pada 7 Agustus 2020 bertempat di RS Bhayangkara Batam dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya positif.

Saat ini kondisi RZA dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta telah dievakuasi untuk ditempatkan di ruang perawatan isolasi/karantina pada rumah sakit rujukan RSKI Covid-19 Galang.

Kedua, seorang bayi perempuan berinisial AP, usia 1 tahun, beralamat di Perumahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar. AP merupakan kasus baru Covid-19 nomor 370 Kota Batam. ”Yang bersangkutan merupakan anak kandung dari kasus terkonfirmasi positif nomor 339,” sebut Ketua Tim Gugas Muhammad Rudi.

Sehubungan pengembangan contact tracing terhadap kontak erat dari terkonfirmasi ayahnya tersebut, maka kepada yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui kemarin positif. Sejauh ini kondisi bayi tersebut dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta telah menjalani karantina mandiri bersama keluarganya.

Ketiga, seorang perempuan berinisial NW, 24. Pekerja swasta ini beralamat di Kawasan Industri Dormitory Mukakuning, Seibeduk. Ini merupakan kasus baru Covid-19 nomor 371 Kota Batam. Pada 6 Agustus 2020 lalu, NW datang memeriksakan diri ke RSBP Batam, sesuai rujukan dari Klinik Husadatama sehubungan dengan hasil pemeriksaan RDT yang diperolehnya “IgG,IgM Reaktif ” dan disertai dengan keluhan berkurangnya indra penciuman dan mengecap rasa.

Sesuai dengan keluhannya tersebut, dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dengan melakukan pemeriksaan rontgen thorax yang diperoleh kesan adanya “Gambaran Bronkitis, tak tampak kardiomegali”. Selanjutnya oleh dokter pemeriksa maka ditegakkanlah diagnosanya “Hiposmia+Ageusia cc.Suspek Covid-19” dan ditindaklanjuti dengan rekomendasi bahwa NW harus menjalani rawat inap pada ruang isolasi rumah sakit tersebut.

Kemudian setelah itu dilakukan tindakan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui positif. Sejauh ini kondisi NW stabil tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta saat ini masih dalam ruang perawatan isolasi/karantina rumah sakit ini guna penanganan kesehatannya lebih lanjut.(*/jpg)