batampos.co.id – Di Kepulauan Riau (Kepri) ada lagi satu dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Dr. H. M. Syamsu Rizal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Natuna dinyatakan meninggal akibat positif Covid-19 pada 8 Agustus lalu.

“Betul, positif Covid-19,” kata Ketua IDI wilayah Kepri Dr Rusdani MKKK, Rabu (12/8).

Sejauh ini sudah 2 dokter di Kepulauan Riau meninggal dunia akibat Covid-19. Almarhum dr. Syamsu Rizal diyakini menular bukan dari pasien. Sebab dia tidak melayani praktik.

“Sepertinya tidak (menular dari pasien) karena yang bersangkutan tidak praktik. Almarhum bertugas di struktural,” jelasnya.

Sebelumnya secara daring, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr. Daeng M Faqih menjelaskan ada berbagai alasan mengapa dokter rentan tertular Covid-19. Awalnya memang saat Covid-19 baru dinyatakan resmi di tanah air, para tenaga medis kekurangan APD. Namun itu semua sudah teratasi saat ini.

Alasan kedua, semula pengetahuan seputar pasien tanpa gejala belum teridentifikasi secara baik. Banyaknya OTG membuat para tenaga medis tertular.

Alasan ketiga, ternyata virus Korona juga bisa menular jika APD yang dicopot atau diganti tidak steril. Lalu tangan terpercik sisa-sisa droplet atau virus kemudian lengah.

Solusinya, IDI meminta petugas kesehatan agar tak bekerja melampaui beban kerja yang terlalu tinggi. Jangan sampai kelelahan. Jika terlalu lelah, maka kewaspadaan bisa berkurang terutama saat melepas APD. (*/jpg)