batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia meresmikan Kampung Pengawasan Partisipasi Anti Politik Uang di Bulang Lintang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Ketua Bawaslu RI, Abhan, mengatakan, kehadiran kampung pengawasan tersebut merupakan kesadaran masyarakat mewujudkan Pilkada tanpa praktik politik uang, sembari mewujudkan pilkada yang bebas hoax, kampanye negatif hingga sara.

“Tidak hanya anti politik uang. Tapi menciptakan Pilkada jujur bersih,” ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Ia mengatakan ada tiga elemen pokok yang terlibat dalam menyukseskan Pemilu.

Pertama yakni penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

Ia mengibaratkan penyelenggara pemilu adalah wasit yang harus bertindak adil dan tidak berpihak.

“Saya minta kepada masyarakat, jika ada penyelenggara yang bertentangan dengan aturan silahkan laporkan,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta pemilu yang mencalonkan diri. Menurutnya, peserta harus punya komitmen taat aturan Pilkada.

Seperti yang dideklarasikan oleh masyarakat melalui kampung pengawasan tersebut.

Ketua Bawaslu RI, Abhan, menandatangani prasasti pada peresmian Kampung Pengawasan Partisipasi Anti Politik Uang di Bulang Lintang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Ketiga, yakni masyarakat sebagai pemilih. Ia berharap selain mewujudkan Pilkada tanpa praktik politik uang, kampanye hitam dan sebagainya yang bertolak belakang dengan aturan, masyarakat diminta untuk menggunakan hak pilihnya atau tidak golput.

“Gunakan hak pilih dan ikut awasi penyelenggaraan pemilu,” ajaknya.

Ia juga mengapresiasi Pemko Batam dalam mewujudkan Pilkada aman dan damai.

“Kehadiran walikota dan sejumlah OPD dalam kegiatan ini adalah bentuk komitmen daerah dalam upaya mewujudkan Pilkada zero politik uang. Mari kita mulai dari Bulang Lintang ini,” kata dia.

Ketua Bawaslu Kepri, Muhammad Sjahri Papene, mengatakan, pembentukan kampung pengawasan tersebut merupakan wujud kemandirian masyarakat dalam rangka menciptakan Pilkada yang berintegritas.

Ia mengakui, penyelenggara tidak bisa sendiri tanpa bantuan berbagai pihak.

“Semoga upaya ini menjadikan Pilkada serentak menjadi pilkada yang berintegritas dan bermartabat,” imbuhnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengucapkan terima kasih kepada rombongan Bawaslu Kepri yang menyempatkan diri hadir dalam peresmian kampung pengawasan yang merupakan inisiatif masyarakat tersebut.

Ia berharap kepada masyarakat agar arti kampung pengawasan partisipatif anti politik uang dapat dijewantahkan dalam pelaksanaan Pilkada mendatang.

“Karena kampung ini menjadi contoh, mari tanamkan dalam diri jangan memilih calon pemimpin karena diberi uang,” ucap dia.

Menurutnya, proses pilkada yang bersih akan melahirkan pemimpin yang bersih.

Tentu hal ini diharapkan oleh semua pihak demi pembangunan daerah ke arah yang lebih baik lagi.

“Pilkada yang bersih akan melahirkan pemimpin yang bersih. Saya mengajak kita semua, pengawasan ini mulai dari diri kita. Mari wujudkan Pilkada aman dan damai,” imbuhnya.(*/esa)