batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam menyebutkan Kota Batam tidak mengenal musim kemarau ataupun hujan.

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, Batam adalah kota non musim.

“Wilayah Batam tidak mengenal adanya musim kemarau, yang ada adalah hujan sepanjang tahun dengan intensitas yang berbeda-beda,” jelasnya, Jumat (14/8/2020).

Ia menjelaskan hujan terbanyak terjadi pada Mei hingga Juni. Kemudian Desember hingga Januari.

“Sedangkan bulan dengan hujan paling sedikit biasanya di bulan Februari,” jelasnya.

Cuaca mendung menyelimuti langit Batam Center dan sekitarnya.Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kata dia,fenomena panas menyengat beberapa hari lalu dikarenakan pertumbuhan awannya sedikit.

“Sehingga sinar matahari langsung sampai ke bumi dan menyebabkan suhu terasa panas ditambah penguapan tinggi sehingga terasa gerah,” ujarnya.

Suratman menambahkan, efek cuaca gerah dan panas di wilayah Batam diakibatkan pusaran angin di sekitaran Natuna.

“Ini tidak lama, biasanya berlangsung antara 3 sampai 7 harian,” jelasnya.

Selain itukata dia, terjadi fenomena cuaca berupa sirkulasi angin di wilayah Selatan Natuna yang mengakibatkan adanya penumpukan massa udara dan mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Kepulauan Riau.

“Secara umum kondisi saat ini mengakibatkan cuaca berawan dan terdapat potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari,” tutupnya.(nto)