batampos.co.id – Pelayanan kesehatan untuk penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu yang ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Mengingat pelayanan TB yang cukup rumit, diperlukan forum untuk membahas optimalisasi program pelayanan penyakit ini.

Oleh sebab itu, BPJS Kesehatan mengadakan forum bersama TKMKB, Dinas Kesehatan Kota Batam, Asosiasi Klinik dan lainnya pada Kamis (13/8/2020) di Batam Centre.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, menjelaskan, pelayanan TB ini dilakukan secara berjenjang.

Pelayanan TB tanpa komplikasi atau penyulit dapat dilakukan di FKTP lalu yang dalam kondisi khusus dilakukan di FKTP dan FKRTL.

“Dalam pelayanan ini, setiap pihak harus menjalankan perannya masing-masing. Harus dipastikan Puskesmas dan klinik siap untuk pelayanan TB, sehingga kasus tanpa komplikasi dapat tuntas di FKTP,” kata Yusrianto.

Ia berharap forum ini dapat memberikan suatu kesepakatan bersama terkait mekanisme program TB mengingat pelayanan TB dilaksanakan di FKTP dan FKRTL.

Ilustrasi. Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam saat melayani masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS. Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kota Batam menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer dan pembatas berupa kaca. Foto: Messa Haris/batampso.co.id

Serta pengambilan obat yang dibiayai oleh program pemerintah. Hal ini harus diperhatikan untuk mencegah adanya potensi fraud karena double bayar.

Hingga saat ini menurut data Dinas Kesehatan Kota Batam, 21 puskesmas beserta dokter dan paramedis sudah terlatih untuk pelayanan program TB.

Ditambah lagi dengan supervisi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam, beberapa klinik yang belum melakukan Mou diharapkan dapat melakukan kerjasama dengan jejaring ekstenal untuk pelayanan TB yang lebih optimal.

“Harapannya rujukan berjenjang dalam pelayanan TB dapat dilakukan secara tepat dan optimal, kita dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan dengan pelayanan yang berkualitas,” kata Yus.

Ketua TKMKB Kota Batam, Indrayanti, mengatakan untuk mengoptimalkan pelayanan TB ini, faskes tetap melihat kepada aspek-aspek yang ada di lapangan.

Misalnya dengan melihat spesifikasi suatu kasus benar-benar harus dirujuk atau tidak.

“Rujukan itu bagus tapi harus dilihat lagi case by case,” kata Indrayanti.

Ia mengatakan banyak pasien yang datang ke rumah sakit kondisinya sudah kompleks. Karena itu perlu penanganan yang benar-benar berkualitas karena pasien TB tidak hanya butuh obat khususnya pasien TB anak.

“Jangan sampai kita tidak dapat menangani kasusnya di awal hingga pada akhirnya pasien datang dengan berbagai penyulit dan meninggal. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan jika ada salah satu anggota keluarga yang positif, kita harus cek yang lainnya,” kata Indrayanti.(*)