batampos.co.id – Hari ini, untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, MPR, DPR, dan DPD menggelar sidang bersama. Para anggota yang hadir dipastikan sudah menjalani tes kesehatan, yaitu swab test.

Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan geladi resik bersama Sekretariat Negara. “Intinya, kami sudah mempersiapkan tata cara persidangan dan siap untuk melaksanakan sidang tahunan MPR,” terang dia setelah mengikuti geladi resik di Gedung Nusantara, Kamis (13/8).

Ma’ruf mengatakan, persiapan sidang sudah final, baik secara teknis maupun administratif. Secara teknis, sidang tahunan akan menerapkan protokol kesehatan ketat. Misalnya, membatasi jumlah anggota MPR yang hadir hingga menjaga jarak aman. Karena harus menjaga jarak, tidak semua anggota dan undangan bisa hadir. Tidak seperti di masa normal. Sekarang sangat terbatas.

Hanya perwakilan dari fraksi dan DPD serta tamu undangan yang bisa menghadiri sidang. Acara tahunan tersebut akan dihadiri presiden dan wakil presiden, sejumlah menteri, dan pimpinan lembaga negara.

Bagi anggota MPR yang tak bisa menghadiri sidang secara fisik, lanjut Ma’ruf, mereka dapat mengikutinya secara virtual melalui Zoom Meeting. ’’Sidang juga bisa disaksikan melalui siaran televisi maupun siaran langsung di YouTube,” katanya.

Menurut dia, sidang tahunan MPR merupakan agenda setiap tahun dan sudah menjadi konvensi ketatanegaraan yang berlangsung sejak 2015. Sidang itu digelar untuk memfasilitasi lembaga negara menyampaikan laporan pelaksanaan tugasnya kepada masyarakat.

Itu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas lembaga negara kepada masyarakat. Lembaga-lembaga negara yang menyampaikan laporan kinerjanya adalah MPR, DPR, DPD, presiden, MK, MA, KY, dan BPK.

Ma’ruf menambahkan, presiden akan menyampaikan pidato yang merangkum kinerja semua lembaga negara. Sebab, tidak mungkin setiap pimpinan lembaga negara menyampaikan laporan kinerjanya secara langsung dalam masa pandemi.

’’Selanjutnya, MPR akan memfasilitasi publikasi laporan kinerja masing-masing lembaga negara kepada masyarakat secara virtual,” tuturnya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, semua yang masuk dalam ruang sidang sudah harus menjalani swab test untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. ’’Tidak terkecuali bagi Pak Presiden maupun para menteri,’’ jelas Dasco.

Karena ada pembatasan, kapasitas ruang paripurna menjadi sangat terbatas. Dari kapasitas normal seribu orang akan berkurang menjadi sepertiga. Dengan begitu, jumlah anggota yang hadir diperkirakan sekitar 300 orang.

Selain pembatasan, pihaknya sudah menyiapkan perangkat pendukung. Persis di gerbang utama menuju ruang sidang, telah disiapkan keran pencuci tangan.

Setiap anggota yang akan masuk ruang sidang diwajibkan mencuci tangan dengan sabun yang sudah disiapkan. Begitu juga saat keluar ruang sidang. ’’Jadi, betul-betul steril dari kemungkinan persebaran virus,’’ paparnya.(jpg)