batampos.co.id – Saat ini semua negara termasuk Indonesia sedang berlomba-lomba untuk menemukan vaksin virus corona atau Covid-19.

Dikarenakan keberadaan vaksin sangat dibutuhkan mengingat sudah banyaknya orang yang tertular virus Korona ini.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio‎, mengatakan seluruh dunia termasuk Indonesia sangat mengharapkan keberadaan vaksin untuk bisa menangani pandemi ini.

“Semuanya berusaha. Kita berusaha vaksin Merah Putih ini bisa sesegera mungkin tersedia,” ujar Amin seperti yang dilansir dari JawaPos.com dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Menurutnya, jika vaksin tersebut nantinya ditemukan, maka tidak berarti virus Korona akan lenyap.

Kata dia, pandemi ini akan tetap ada sehingga masyarakat tetap berdampingan Covid-19.

“Ada hal yang yang kita ingat apabila vaksin sudah tersedia dari mana sumbernya bukan berarti pandemi ini langsung selesai. ‎Tidak berarti virus ini langsung hilang‎,” katanya

Oleh sebab itu, Amin meminta, masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan virus Korona itu.

Karena dengan meneraprotokol kesehatan bisa memutus penyebaran Covid-19 di tanah air.

“Kita punya kewajiban menjalankan protokol kesehatan, memakai makser, cuci tangan dan jaga jarak itu tidak boleh dilupakan. Ini perlu disadari oleh semua lapisan masyarakat‎,” katanya.

Amin berujar, ‎pada Februari atau Maret 2021 Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin Covid-19 ke Bio Farma. Nantinya mereka akan melakukan uji klinik tahap satu, dua dan tiga.

“Sehingga memang diantisipasi tersedia pasar itu di awal (vaksin Covid-19) ‎ya di tahun 2022,” ujarnya.(jpg)