batampos.co.id – Tim Penggerak PKK Kota Batam membagikan 12 ribu masker kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program TP PKK Nasional yang diberi nama Gebrak yaitu Gerakan Bagi Masker (Gebrak).

“Program ini dari pusat. Harus ada gerakan pakai masker. Pemerintah bekerja sama dengan PKK seluruh Indonesia. PKK harus lakukan gerakan bagi masker, GEBRAK,” ujar Ketua TP PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, Senin (17/8/2020).

“Jadi hari ini saya bagikan 12.000 masker, atau 1.000 masker per kecamatan, untuk dibagi-bagikan langsung ke masyarakat,” katanya lagi.

Penyerahan bantuan masker kepada 12 Ketua TP PKK kecamatan se-Batam ini dilaksanakan usai Upacara HUT ke-57 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri.

Selain membagikan masker, kader PKK juga diharapkan dapat ikut mensosialisasikan kewajiban penggunaan masker di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, memberikan masker secara simbolis kepada anggota TPPKK Kota Batam. TPPKK membagikan 12 ribu masker kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program TP PKK Nasional yang diberi nama Gebrak yaitu Gerakan Bagi Masker (Gebrak). Foto: istimewa untuk batampos.co.id

Tak hanya mengenakan masker tapi juga jaga jarak serta penerapan prilaku hidup bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan program ini berhasil,” harap Marlin.

Ia menjelaskan pembagian masker ini sesuai arahan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Arahan mengenai pelaksanaan program Gebrak disampaikan Mendagri dalam rapat melalui video conference, pekan lalu.

Rapat ini diikuti TP PKK Pusat dan TP PKK se-Indonesia. Sementara di Batam, rapat diikuti Wakil Ketua I TP PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar.

Ketua TP PKK Pusat Tri Suswati, Tito Karnavian, dalam pemaparannya di rapat virtual tersebut menjelaskan pembagian masker ini bertujuan antara lain agar masyarakat disiplin menggunakan masker saat beraktivitas.

“Kita punya kegiatan PKK Gebrak Masker, Gerakan Bagi Masker. Supaya masyarakat tak bisa beralasan lagi, tak pakai masker karena tak punya,” jelasnya.

“Setelah kita membagikan masker, baru kita bisa sosialisasikan tentang kedisiplinan memakai masker ini,” tuturnya lagi.

Selain turun langsung ke masyarakat, sosialisasi mengenai adaptasi kebiasaan baru ini juga akan memanfaatkan media sosial.

Materi yang disosialisasikan tak terbatas pada penggunaan masker, tapi juga mengenai jaga jarak dan jaga kebersihan.(*/esa)