batampos.co.id – Berbeda dengan tiga edisi sebelumnya, uang edisi spesial peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI berupa pecahan kertas, yakni pecahan Rp 75 ribu. Uang tersebut dicetak terbatas sebanyak 75 juta lembar.

Uang edisi khusus kemerdekaan telah tiga kali diluncurkan. Semuanya dalam bentuk logam emas. Yang pertama, pada HUT ke-25 (1970) berupa logam emas pecahan Rp 25 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu serta Rp 1.000, Rp 750, Rp 500, Rp 250, dan Rp 200 berupa logam perak.

Lalu, pada HUT ke-45 (1990) berupa uang logam emas pecahan Rp 750 ribu, Rp 250 ribu, dan Rp 125 ribu. Serta pada HUT ke-50 (1995) uang edisi spesial kemerdekaan dikeluarkan dalam logam emas pecahan Rp 850 ribu dan Rp 300 ribu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, rupiah sebagai mata uang tidak hanya menjadi alat pembayaran yang sah. Tetapi juga lambang kedaulatan negara. Wujud kemandirian bangsa Indonesia. ”Setiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik bangsa yang harus kita jaga, lestarikan, dan banggakan,” jelasnya dalam peluncuran uang peringatan 75 tahun kemerdekaan RI secara virtual, Senin (17/8).

Perry menerangkan, desain uang peringatan 75 tahun kemerdekaan RI mengusung tiga filosofi: mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang. Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan. ”Pencapaian pembangunan yang digambarkan Jembatan Youtefa Papua, MRT, dan tol trans-Jawa,” bebernya.

Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebinekaan. Serta Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia Emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimistis menyongsong masa depan gemilang.

Perry mengatakan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut bertujuan agar uang lebih sulit untuk dipalsukan. Di sisi lain, bagi masyarakat, akan makin mudah mengenali ciri keasliannya serta nyaman dan aman untuk digunakan.

Menurut Perry, perencanaan uang peringatan 75 tahun kemerdekaan RI itu dimulai 2018. Penerbitan uang tersebut juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Peraturan BI Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (a.l. pasal 2, pasal 11), dan Keppres 13/2020.

”Ke depan, pengeluaran uang peringatan kemerdekaan akan dilakukan 25 tahun sekali,” kata pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, perencanaan penentuan mata uang rupiah tersebut telah dikoordinasikan dengan seluruh regulator dan para ahli waris pahlawan. Dia menegaskan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu bukan bentuk cetak uang untuk pemulihan ekonomi atau tambahan likuiditas.

”Dan bukan juga tambahan likuiditas untuk pembiayaan dan pelaksanaan ekonomi. Ini tujuannya dilakukan untuk memperingati peristiwa atau tujuan khusus dalam hal ini peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI,” tuturnya.

Ani (sapaan Sri Mulyani) menyatakan, seri khusus Rp 75.000 itu hanya dicetak dalam jumlah terbatas, yakni 75 juta lembar. Itu sebagai simbol rasa syukur kemerdekaan RI. ”Mata uang ini uang kertas pecahan nominal Rp 75 ribu dicetak dengan jumlah 75 juta lembar yang ditandatangani menteri keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia,” terang dia.(jpg)