batampos.co.id – Data covid-19 di Indonesia menunjukkan grafik yang semakin naik dari hari ke hari. Untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri) juga terjadi kenaikan kasus dari hari ke hari dengan munculnya berbagai cluster.

Seperti cluster gubernur hingga cluster gowes. Untuk Batam sendiri juga kasus yang tercatat untuk bulan Agustus sampai tanggal 14 agustus 2020 itu sebanyak 24 kasus dengan meninggal dunia, 68 orang masih menjalani perawatan, sebanyak 294 orang sembuh dari 386 kasus.

Pada webinar yang digelar oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina Kota Batam pada 15 Agustus 2020 lalu, membahas dan memaparkan peran organisasi profesi kesehatan dan pendidikan dalam pemberdayaan kampung tangguh (siaga covid-19).

Kepala Bapelkes Kemenkes RI Batam, Asep Zaenal Mustofa, yang menjadi pemateri pertama mengatakan, dengan adanya peningkatan tersebut menggambarkan masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi protokol Kesehatan di era new normal.

“Secara sederhana Kampung Tangguh merupakan konsep penanggulangan virus corona di suatu desa atau kampung, dengan melibatkan kolaborasi antar warga, pemerintah, dan akademisi,” ungkapnya.

Untuk pemateri kedua adalah Ketua pengurus Daerah PERSAKMI (Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia) provinsi Kepri Andi Kurniawan.

Andi memaparkan peran Persakmi dalam kampung Tangguh (siaga covid-19) antara lain, penyuluhan, pengembangan, media promosi dan pendidikan Kesehatan masyarakat(peran dalam aspek promotif).

“Pihaknya juga akan melakukan mendeteksi secara dini atau mencegah penyakit dan masalah kesmas (preventif), penguatan jejaring dan tata kelola program kesehatan (advokasif & kolaboratif), pengembangan dan penyelenggaraan forum ilmiah (akademis dan literatif) serta pengembangan dan pemasaran sosial kemasyarakatan (humanity dan environtmental),” ungkap Andi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) provinsi kepri Ahmad Yani, menguraikan risiko dan edukasi masyarakat perilaku sehat melawan covid-19, Contact tracing & tracking (penyelidikan kasus dan investigasi wabah) serta fasilitasi dan pemberdayaan masyarakat

“Kita juga akan memahami pola-pola promotif dan preventif covid-19 di masyarakat, Tenaga kesehatan masyarakat juga bisa berinovasi dan menciptakan strategi percepatan penanganan Covid-19 dengan fokus utama edukasi dan berdayakan masyarakat dan perkuat Yankes,” ucapnya.

Yani juga mengatakan, Kehadiran covid-19 ini juga memaksa kita untuk melakukan perubahan cara berpikir, berprilaku hingga cara bekerja.

“Yang pasti, siapa pun kita dan dimana pun kita, harus tetap menjaga diri, Karena itu adalah hal yang utama,” ungkapnya.

Sekretaris Pengurus Daerah HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) Provinsi Kepri, Asmali, yang menjadi pemateri ke-empat akan berusaha mendorong masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan covid-19, mendorong masyarakat untuk rajin cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga jarak fisik, hindari & jangan membuat kerumunan ataupun keramaian.

“Upaya kesehatan lingkungan dalam penanggulangan covid-19 diselenggarakan melalui penyehatan pengamanan, pengendalian dan pengawasan yang dilaksanakan melalui konseling, inspeksi kesehatan lingkungan, intervensi kesehatan lingkungan seperti penyemprotan desinfektan, peingkatan akses sanitasi, dan lain-lain,” ucapnya.

“Pengelolaan limbah dan menjalin kemitraan dengan gugus tugas untuk memperkuat upaya promotif dan preventif covid-19,” imbuhnya lagi.

Ketua Pengurus Daerah PAKKI Provinsi Kepri, Fitri Sari Dewi, satu-satunya pemateri wanita akan mendorong kelembagaan di desa atau kampung untuk melakukan pemberdayaan kelembagaan yang diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat yang lebih kepada melindungi diri saat bekerja dan di tempat kerja.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina itu memaparkan, pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan oleh organisasi-organisasi profesi yang ada di Kota Batam dalam mewujudkan kampung tangguh adalah pendataan kesehatan warga, faktor penyebab penularan dan potensi wilayah.

Ia menjelaskan, Fakultas Ilmu Kesehatan mempunyai dua program studi. Yaitu Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja.

Kata dia, sebagai perguruan tinggi juga mempunyai peran didalam pemberdayaan Masyarakat yaitu kegiatan pengabdian masyarakat

“Musyawarah masyarakat RT/RW/desa untuk menyusun rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan serta keberlangsungan kegiatan juga sangat penting dan telah menjadi satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan,” paparnya.(*)