batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memotivasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat prosesi pemberian remisi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam, Senin (17/8/2020).

“Kata kuncinya, semua akan berlalu. Maksud saya, kesalahan masa lalu jadi pelajaran dan ke depan kita lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah siap mendukung warga binaan yang ingin lebih baik.

Menurutnya, untuk mencapai keinginan lebih baik, salah satunya dengan mendalami ilmu agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kepada masyarakat umum, ia berharap dapat menerima dengan tangan terbuka khusus bagi warga binaan yang kembali ke masyarakat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah) memberikan surat remisi kepada salah seorang warga binaan di Lapas Klas IIA Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Menurut saya, orang yang pernah berbuat kesalahan dan berubah ke arah yng lebih baik, inikan bagus. Nah jika sudah baik, masyarakat tentu akan menerima mereka,” imbuhnya.

Kepala Lapas II A Batam, Misbahuddin, menyebutkan, dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Batam, ada 1.134 warga binaan yang mendapat remisi umum dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia pada 2020.

“Khusus di Lapas II A Batam sebanyak 791 orang yang mendapat remisi. Lainnya, dari rutan, lapas anak, maupun lapas perempuan,” ucap dia.

Ia berharap, pemberian remisi dapat memotivasi warga binaan kedepannya semakin baik.

Kata dia, selama menjalani pembinaan yang paling utama dilakukan di Lapas yakni pembinaan keagamaan.

“Pembinaan keagamaan paling penting, kita bina sesuai dengan kepercayaan mereka dan kami memiliki tim masing-masing,” ujarnya.

Sebelum prosesi pemberian remisi secara simbolis, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) terlebih dahulu mengikuti acara pemberian remisi tingkat nasional secara virtual yang dipusatkan di Lapas Klas IIA Mataram NTB.

Di Batam sendiri, dipusatkan di Lapas Klas II A Batam.(*/esa)