batampos.co.id – Sekolah di zona hijau dan kuning diperbolehkan belajar tatap muka oleh Kemendikbud selaku pihak yang berwenang. Salah satu alasannya adalah terkait keluhan soal pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pakar Epidemiologi Iqbal Elyazer pun mengkritisi hal tersebut. Bahkan, menurutnya satu nyawa anak Indonesia sama dengan satu nyawa presiden. Pasalnya, merekalah penerus bangsa yang akan memimpin Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, yang bisa saja menjadi seorang presiden.

“Satu nyawa anak pun tidaklah kurang nilainya dari satu nilai nyawa presiden. Satu nyawa menteri pun itu sama nilainya dengan satu nyawa anak mana pun di negeri ini,” ujarnya dalam diskusi online, Senin (17/8).

Berhubungan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, ia mengatakan bahwa tugas pemerintah masih sama, yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia. “75 tahun yang lalu pemerintah Indonesia dibentuk dengan tugas melindungi segenap bangsa Indonesia, melanjutkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar dia.

Jika sudah terlaksana, perlindungan kepada masyarakat itu pun akan bertransformasi, yakni dengan meningkatkan mutu pendidikan dan kecerdasan anak bangsa yang sebelumnya tertinggal akibat pandemi Covid-19. Di mana fokus utama adalah melindungi, kedua kesejahteraan, ketiga mencerdaskan.

“Setiap keputusan pemerintah harus diverifikasi terhadap ketiga tujuan ini. Sekarang pertanyaannya adalah apakah keputusan membuka pengajaran tatap muka itu merupakan tindakan melindungi atau malah tindakan yang mengancam keselamatan jiwa?,” terangnya.

Terkait dengan sistem zonasi wilayah, kata dia tidak akan efektif. Sebab, pengkategorian zonasi masih berdasarkan jumlah kasus Covid-19, di mana seharusnya adalah jumlah penelusuran kasus per kabupaten/kota.

“Soal zonasi hijau kita sudah ribut sejak akhir Mei untuk berhati-hati menggunakan istilah zonasi hijau, zonasi tidak terdampak. Pemerintah tidak berani menampilkan jumlah pemeriksaan per kabupaten/kota karena di situlah kita akan melihat keseriusan mereka untuk mencari, melacak dan melakukan penanggulangan,” tegasnya. (*/jpg)