batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam memprediksi angka pengangguran di tahun 2020 akan meningkat.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, ada berbagai faktor penyebab pengangguran di Kota Batam akan melonjak.

Salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang membuat beberapa sektor terdampak dan berhenti beroperasi.

”Kalau bertambah, sudah pasti. Namun, besarnya berapa kita baru bisa lihat di akhir tahun nanti,” kata Selasa (18/8/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Rudi menjelaskan, kondisi saat ini masih sangat sulit. Hal ini disebabkan sektor pariwisata yang tidak berjalan seperti biasanya.

Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) didominasi dari sektor pariwisata, sebab hotel memutuskan tidak beroperasi, karena tidak ada tamu yang datang untuk menginap.

Ilustrasi pekerja di Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Berdasarkan data terakhir, jumlah perusahaan yang melaporkan ke Disnaker terkait pengurangan karyawan sebanyak 330 perusahaan, dengan total karyawan mencapai 15.360 orang.

Pengurangan karyawan ini berlangsung sejak melemahnya perekonomian karena pandemi Covid-19.

”Itu data terakhir yang kami punya. Karena kondisi sempat
membaik dan perusahaan tidak ada mendaftarkan lagi kondisi perusahaan mereka terbaru,” ujarnya.

“Data yang ada saat ini belum bisa menjadi acuan, sebab banyak yang tidak lapor,” katanya lagi.

Lanjut Rudi, belum membaiknya kondisi ekonomi membuat pengusaha memutuskan untuk menutup operasional usaha mereka, seperti hotel.

Rudi menyebutkan, beberapa hotel berbintang yang menutup
usahanya di antaranya, Nagoya Plaza. Bahkan, hak karyawan
juga akan segera ditunaikan oleh perusahaan.

”Sudah beberapa kali mediasi dan kesepakatan sudah didapatkan. Tinggal pembayaran saja lagi,” ujarnya.

Mengenai informasi berhentinya Hotel GGI Batuampar, Rudi mengaku belum menerima informasi terkait hal itu.

Menurutnya, pengusaha biasanya melapor jika ada permasalahan antara manajemen dan pekerja.

”Kalau semua berjalan dengan baik dan tanpa persoalan, mereka tidak lapor ke kami. Saya pikir pengusaha sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum benar-benar menutup usahanya,” katanya.

Ia menambahkan, karena Covid-19 ini, memang banyak sektor yang terdampak. Namun, masih ada yang berjalan dengan
baik seperti sektor industri.

Meskipun tidak terlalu banyak, tapi hingga kini perekrutan
masih terus berlanjut.

”Itu informasi yang saya terima. Jadi mudah-mudahan cepat membaik, sehingga semua sektor bisa pulih kembali,”
ucapnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan masih berusaha menyelesaikan per-oalan Covid-19, agar pariwisata bisa kembali hidup.

”September ini kita harapkan ada peningkatan kunjungan dari
wisnus. Dan informasinya Singapura juga akan kasih kelonggaran akhir tahun nanti” katanya.

Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan, selama masa pandemi ini pihaknya membuat program yang mendukung pelaku usaha kerakyatan. Hal ini guna membantu membangkit perekonomian.

”Sesuai arahan pusat, saat ini perekonomian masih terjun bebas. Untuk itu, perlu gebrakan agar pelaku usaha kerakyatan ini bisa maju sehingga mendongkrak ekonomi Batam,” ujarnya.(jpg)