batampos.co.id – Dari total 46 kantor Bank Indonesia (BI) yang tersebar di seluruh penjuru negeri, sebanyak 39 kantor sudah kehabisan slot untuk penukaran uang Rp 75 ribu edisi khusus HUT RI ke-75.

Hal ini dikarenakan antusiasme masyarakat untuk memiliki uang baru yang terbit tepat pada Peringatan Ke-75 Kemerdekaan RI sangat tinggi.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menyambut gembira antusiasme masyarakat.

“Peminatnya sangat luar biasa,” katanya dalam jumpa pers virtual Selasa (18/8/2020) seperti yang dilansir dari JawaPos.com.

Terlebih uang pecahan Rp 75 ribu edisi spesial tersebut dicetak hanya 75 juta lembar. Saat ini hanya tersisa tujuh kantor perwakilan BI dalam negeri yang masih melayani penukaran.

Julie bersama pasangannya Welly memperlihatkan uang peringatan kemerdekaan (UPK) ke 75 RI setelah menukarkannya di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Yakni, kantor perwakilan BI Sibolga, Papua, Papua Barat, Lhokseumawe, Ternate, Gorontalo, dan Mamuju.

“Masyarakat bisa langsung ke kantor-kantor tersebut untuk menukarkan,” ungkapnya.

Rosmaya menegaskan, uang tersebut merupakan alat pembayaran yang sah sehingga bisa digunakan untuk bertransaksi.

Namun, dia memahami tidak sedikit masyarakat yang ingin mengoleksi maupun menjualnya kembali.

Baru sehari diluncurkan, telah bermunculan lapak di dunia maya yang menjual uang Rp 75 ribu dengan harga fantastis. Berdasar pemantauan Jawa Pos, ada lapak beralamat di Kabupaten Aceh Barat yang menjual uang edisi kemerdekaan itu seharga Rp 1,375 juta.

“Yang sudah dapat uangnya untuk disimpan atau ada yang menawarkan untuk dibeli ya mangga aja. Itu masing-masing, kami tidak mengatur seperti itu,” ucapnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mewanti-wanti agar masyarakat tidak tertipu dengan uang rupiah yang palsu.(jpg)