batampos.co.id – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dipusatkan di Bengkong Sadai akan menghasilkan air baku baru untuk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Manajer Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, IPAL merupakan solusi untuk ketersediaan air bersih di Kota Batam.

“Limbah domestik yang diolah di IPAL memiliki mutu baku yang baik bagi lingkungan dan dapat digunakan kembali sebagai air baku,” jelasnya, Rabu (19/8/2020).

Ia menjelaskan, IPAL mampu menghasilkan air baku 230 liter per detik. Sehingga dapat membantu mengatasi krisis air baku.

Selain itu lanjutnya, IPAL dapat menjaga kualitas air baku waduk dari limbah domestik dan mengurangi menjamurnya eceng gondok, serta akan mendukung pelayanan dan keandalan sistem pengelolaan air minum (SPAM) di Kota Batam.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berpusat di Bengkong Sadai yang dikerjakan BP Batam bersama perusahaan asal Korea Selatan, Hansol. Foto: Messa Haris

“Mekanismenya, air limbah domestik dari rumah-rumah warga akan dialirkan dengan menggunakan pipa dan sebelum diteruskan ke IPAL di Bengkong Sadai, sampah dan sedimen limbah domestik akan dipisahkan di lima stasiun pompa,” paparnya.

Ia melanjutkan, setelah masuk ke IPAL, limbah domestik akan diolah dengan menggunakan teknologi bakteri.

“Bakteri-bakteri ini kita disimpan di dalam rumah bakteri dengan kedalaman sekitar 5,5 meter,” tuturnya.

Ia mengatakan, limbah domestik yang telah dimakan oleh bakteri akan kembali diolah sedimentasinya yaitu berupa lumpur dan diolah menjadi pupuk siap pakai dengan jumlah 18 meter kubik per hari.

“IPAL ini yang dipusatkan di Bengkong Sadai memiliki luas lahan 7 hektar yang dapat menghasilkan air baku baru 230 liter per detik,” tuturnya.(esa/adv)