batampos.co.id РBadan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terus melakukan berbaagai upaya untuk mengajak masyarakat agar membayar  Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), salah satunya dengan penghapusan denda.

Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah, meminta masyarakat dapat memanfaatkan insentif penghapusan denda tersebut yang akan berakhir pada 30 September 2020 mendatang.

“Insentif ini dalam bentuk penghapusan denda. Jadi, warga hanya membayar pokoknya saja. Selain insentif, kita juga ada doorprize yang akan diundi per kecamatan,” ujar Azmansyah, Rabu (19/8/2020).

Ia mengatakan, upaya ini merupakan langkah BP2RD memberi keringanan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Bahkan, untuk memudahkan masyarakat membayar PBB-P2, pihaknya membuka layanan-layanan di perumahan.

Pegawai BP2RD Kota Batam leyani warga yang hendak membayar PBBP2. Saat ini BP2RD Kota Batam melakukan layanan di Perumahan Anggrek Sari Batam Center hingga 27 Agustus 2020 mendatang. Foto; Media Center Pemko Batam utnuk batampos.co.id

“Sekarang kita buka di fasum (fasilitas umum) perumahan Anggrek Sari, bekerja sama dengan BP (Badan Pengusahaan) Batam,” ujarnya.

Banyak layanan diberikan di lokasi tersebut. Untuk layanan BP2RD pihaknya membuka pelayanan terkait PBB-P2.

Sementara dari BP Batam membuka Uang Wajib Tahunan (UWT). Azmansyah berharap, dengan ragam kemudahan tersebut, masyarakat tergerak untuk membayar kewajibannya.

“Di Anggrek Sari, kita buka layanan selama tujuh hari kerja, 18-27 Agustus 2020,” ujarnya.

Upaya yang ia sebut sebagai program jemput bola tersebut, kata dia, akan dilakukan di beberapa wilayah lain agar semua masyarakat di Batam makin mudah untuk membayar PBB-P2.

Ia bertekad, hingga akhir tahun, pajak sektor ini bisa terkumpul banyak demi pembangunan Kota Batam.

“Saat ini sudah terkumpul Rp81,7 miliar dari target Rp206 miliar. Dan akan terus bergerak menjemput bola untuk mengejar target,” ujarnya.

Ia mengaku, sejumlah pendapatan daerah sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 ini.

Ia berharap, pendemi ini segera berakhir sehingga pendapatan daerah bisa normal kembali. Ia mengaku, semua sektor terdampak terutama hotel, restoran, dan hiburan.

“Kita terus berupaya memaksimalkan PAD kita di tengah wabah ini. Mumpung kita berikan ragam kemudahan, masyarakat juga bisa memanfaatkannya,” kata dia.(*/esa)