batampos.co.id – Jembatan Nara Singa atau yang biasa dikenal dengan sebutan Jembatan II Barelang merupakan jembatan balance cantilever box gierder, single box terpanjang di Indoensia yaitu 420 meter dan lebar 18 meter.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, jembatan II Barelang menghubungikan Pulau Tonton-Nipah.

” Jembatan II Barelang memiliki ketinggian box bervariasi dari 9 meter pada pilar utama dampai 4 meter di tengah bentang,” jelasnya, Minggu (22/8/2020).

Ia menjelaskan, Jembatan tersebut terdiri dari dua jalur yang dipisahkan oleh median dan sertiap jalur memiliki dua lajur yang dilengkapi dengan trotoar selebar 2,1 meter pada setiap pinggir jembatan untuk para pejalan kaki.

Kata dia, pondasi abutment atau pangkal jembatan terdiri dari dua tipe. Yaitu pondasi dangkal dan bared pile.

“Data teknis lain bahwa jembatan ini memiliki bentang utama 160 meter dengan ruang bebas vertikal setinggi 15 meter dari permukaan air surut,” jelasnya.

Ruas Jalan di jembatan Dua Barelang. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Selain itu lanjutnya perkerasan jalan adalah 2×6,6 meter dengan dua jalur dan empat lajur.

“Kontraktir pelaksanannya adalah PT Hutama Karya dan subkontraktornya terdiri dari dua perusahaan. Yaitu PT Ballast Indonesia dan PT VSL Indonesia dan manajemen kontruksi dikerjakan oleh Proses Cipta Wahana Teknik,” paparnya.

Secara keseluruhan lanjutnyam pelaksanaan pembuatan Jembatan II adalah selama 1.305 hari dan selesai pada 31 Mei 1997.

Selama proses pembangunannya, jumlah tenaga kerja yang terlibat masing-masing adalah sarjana sebanyak 9 orang, tenaga menengah 16 orang dan pekerja sebanyak 216 orang.

“Pembangunan Pulau Nipah direncanakan sebagai kawasan suaka alam dan ilmu pengetahuan,” tuturnya.

Sementara itu nama Nara Singa II kata dia diambil dari nama seorang Panglima Raja Indragiri Hulu.

“Namanya diabadikan sebagai nama jembatan II,” tuturnya.(esa/adv)