batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan meningkatkan pengamanan di Daerah Tangkapan Air (DTA) di waduk Duriangkang.

Guna melakukan hal tersebut, anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Syahril Japarin, langsung meninjau lokasi dengan bersepeda pada Minggu (23/8/2020).

“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi area tangkapan air Waduk Duriangkang,” jelasnya.

Peninjauan dilakukan pada pukul 07.00 WIB dengan menempuh jarak 8 kilometer, dimulai dari Jalur Hutan 1 (Piggy Gate) dan berakhir di Jalur Hutan 2.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari peninjauan lapangan yang dilakukan Anggota Bidang Pengelolaan dan Kawasan Investasi BP Batam, bapak Sudirman Saad pada Kamis (20/8/2020) lalu,” katanya.

“Kami ingin tahu betul kondisi area tangkapan air secara langsung,” ujarnya lagi.

Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Syahril Japarin, (dua dari kiri) saat meninjau waduk Duriangkang. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Dari peninjauan ini, kata dia, masih ditemukan beberapa eceng gondok yang mengisi pinggiran waduk, meski telah ditahan oleh floating barrier.

“Karena harvester (alat pengangkut eceng gondok,red) kita hanya satu unit. Sehingga pembersihannya belum optimal. Meski begitu kami terus lakukan agar Waduk Duriangkang bebas dari eceng gondok,” katanya.

Dari hasil pemantauannya, tidak lagi ditemukan rumah-rumah liar dan kandang peternakan hewan yang dibangun di sekitar waduk Duriangkang.

Namun, pihaknya masih mendapati beberapa perkebunan ilegal.

“Pengamanan akan terus kami tingkatkan bersama Tim Terpadu BP Batam yang terdiri dari anggota Direktorat Pengamanan dan Aset serta Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan,” ujar Syahril.

Terkait hal tersebut, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan, Binsar Tambunan, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memperketat pengamanan ATA Waduk Duriangkang agar kawasan hutan lindung dan ketersediaan air baku di Pulau Batam tetap terjaga.(*)