batampos.co.id – Jembatan Raja Ali Haji atau yang lebih dikenal Jembaran III Barelang memiliki panjang 270 meter dan lebar struktur jembatan 18 meter dengan perkerasan jalan 2×6,45 meter.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, jembatan III Barelang terdiri dari enam bentang.

“Setiap bentang verpanjang 45 meter yang masing-masing terdiri dari dua jalur yang dipisahkan oleh median dengan trotoar pada masing-masing sisi dan setiap jalur terdiri dari dua buah,” ujarnya, Senin (23/8/2020).

Ia menjelaskan ruang bebas dari muka air laut surut adalah kurang lebih 15 meter.

“Jembatan III ini merupakn jembatan dengan tipe segmental cencrete box girder dengan tipe pondasi abutment,” paparnya.

Jembatan Raja Ali Haji atau yang lebih dikenal Jembaran III Barelang. Foto:Int

Kata dia, manajemen kontraktor Jembatan III adalah PT Bangun Cipta Kontraktor dan Subkontraktor PT VSL Indonesia dilakukan oleh PT Profes Cipta Wahana Teknik.

“Lama pengerjaan pembangunan jembatan adalah 901 hari dan selesai pada 31 Maret 1996,” paparnya.

Dendi melanjutkan, Jembatan III menghubungkan Pulau Nipah dan Setokok. Menurut rencana kata dia, Pulau Setokok akan dikembangkan sebagai kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar alam dan ilmu pengetahuan.

Sebagian wilayahnya juga diperuntukkan sebagai pemukiman dan pariwisata.

“Jembatan III diberikan nama Raja Ali Haji yang merupakan seorang ulama, sejarawan dan pujangga abad ke19 dari Kerajaan Lingga,” tuturnya.

Raja Ali Haji merupakan cucu dari Raja Haji Fisabilillah yang dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu. Maharkarya dari Raja Ali Haji yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas.(esa/adv)