batampos.co.id – Fenomena angin puting beliung yang melanda Kota Batam pada Sabtu (22/8/2020) dan Minggu (23/8/2020) diakibatkan oleh awan comulonimbus (CB) atau awan hitam pekat saat terjadinya hujan lebat.

Kepala seksi Data dan Informasi Kasi Datin) BMKG Klas I Hang Nadim, Suratman, menjelaskan, fenomena tersebut terjadi dikarenakan Kota Batam memasuki musim pancaroba.

“Ada berbagai aspek yang menimbulkan terjadinya puting beliung, lebih seringnya terjadi pada peralihan musim (pancaroba) akan tetapi durasinya tidak lama sekitar kurang dari 10 menit,” ujarnya, Senin (24/8/2020).

Ia menjelaskan, awan CB menjadi faktor utama dalam pembentukan angin puting beliung. Namun lanjutnya tidak semua awan CB dapat membentuk angin puting beliung.

“Secara sifat kita sudah melihat berbagai aspek yang menimbulkan terjadinya angin puting beliung tapi hanya saja kemungkinan kecil terjadi lagi di tempat yang sama,” jelasnya.

Awan hitam menyelimuti langit Batam Center dan sekitarnya, Rabu (30/10/2019) siang. Beberapa hari belakangan ini, Kota Batam dilanda hujan terutama pada siang dan sore hari. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Ia menjelaskan, angin puting beliung terjadi di satu lokasi saja atau lokal dengan luasan berkisar 5 hingga 10 kilometer.

Angin puting beliung lanjutnya, terjadi hanya sekitar kurang dari 10 menit.

“Angin puting beliung lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba) terutama pada siang atau sore hari dan terkadang menjelang malam hari,” tuturnya.

Angin puting beliung kata dia, bergerak secara garis lurus dan tidak bisa diprediksi secara spesifik.

ANgin puting beliung lanjutnya, hanya bisa diprediksi setengah jam atau satu jam sebelum kejadian.

“Angin puting beliung hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya) dan kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama,” jelasnya.(nto)