batampos.co.id – Program bantuan subsidi upah di bawah Rp 5 juta per bulan untuk pegawai swasta akan cair pekan ini.

Pegawai swasta akan mendapatkan Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Pencairan dilakukan dua kali.

“Akan diluncurkan Bapak Presiden pada pekan ini yaitu bantuan produktif dan subsidi gaji yang sudah disiapkan dalam bentuk DIPA,” ujarnya di gedung DPR RI Komisi XI, Senin (24/8/2020) seperti yang dilansir dari JawaPos.com.

Program bantuan tersebut merupakan program bantuan subsidi upah (BSU) untuk 15,7 juta pegawai.

Seluruh pegawai swasta penerima bantuan ini merupakan peserta aktif BPJamsostek yang terdaftar Juni 2020 dan sebelumnya. Adapun anggaran yang disiapkan sekitar Rp 37,7 triliun.

Pencairan program bantuan untuk pegawai swasta dan bantuan produktif untuk UKM, kata dia, sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat realisasi anggaran program PEN yang dialokasikan Rp 695,2 triliun.

Program bantuan pegawai ini masuk ke klaster sektoral K/L dan pemerintah daerah yang dianggarkan Rp 106,05 triliun.

“Untuk dua program baru yang diminta, dilakukan dan selama sebulan ini sudah difinalkan,” tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020, kriteria calon penerima bantuan Rp 600 ribu per bulan ini adalah WNI yang dibuktikan dengan NIK, pekerja atau buruh penerima upah (PU).

Kemudian, terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek sampai Juni 2020, tenaga kerja aktif yang membayarkan iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja dan tercatat di BPJamsostek.

Terakhir, memiliki rekening aktif di bank. Bantuan ini tidak berlaku untuk pegawai informal.

BPJamsostek sudah mengantongi 13.600.840 nomor rekening dari 15,7 juta calon penerima bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah per tanggal 21 Agustus 2020.

Dari proses validasi eksternal terdapat 9.332.386 nomor rekening yang valid dan 51.859 tidak valid, sementara 4.216.595 nomor rekening masih dalam proses validasi.(jpg)