batampos.co.id – Saat seseorang terinfeksi terkena virus Korona jenis baru, ternyata urutan gejalanya berbeda dari penyakit flu dan virus Korona lainnya.

Dilansir dari JawaPos.com, sejauh ini, bukti menunjukkan urutan gejala awal Covid-19 ternyata ada lima tahapan yaitu:

  1. Dimulai dengan gejala demam.
  2. Kemudian mengalami batuk.
  3. Diikuti dengan gejala nyeri otot.
  4. Mual dan atau muntah.
  5. Diare.

Walaupun gejalanya sendiri tidak terlalu unik, urutan kedatangannya berbeda dengan virus pernapasan lainnya.

Menggunakan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari lebih dari 55 ribu kasus yang dikonfirmasi di Tiongkok, urutan gejala Covid-19 dengan ribuan kasus influenza yang dikumpulkan oleh University of Michigan.

Beda dengan Covid-19, infeksi influenza umumnya dimulai dengan batuk baru kemudian demam.

Sementara MERS dan SARS mungkin mulai mirip dengan Covid-19, di mana saluran pencernaan bagian bawah juga terkena dampak yakni menyebabkan diare. Dan mual dan muntah adalah gejala terakhir

“Urutan gejalanya penting. Mengetahui bahwa setiap penyakit berkembang secara berbeda berarti bahwa dokter dapat mengidentifikasi lebih cepat apakah seseorang kemungkinan besar terkena Covid-19, atau penyakit lain, yang dapat membantu mereka membuat keputusan pengobatan yang lebih baik,” kata Ahli biologi komputasi dan bioinformatika di University of Southern California, Joseph Larsen seperti dilansir dari Science Alert, Senin (24/8/2020).

Ketika para peneliti mensimulasikan gejala Covid-19 pada 500 ribu pasien, mereka menemukan urutan gejala yang paling umum terlihat. Dan juga berbeda dari penyakit pernapasan lainnya.

Bahkan ketika penulis memasukkan gejala lain seperti sakit tenggorokan, sakit kepala dan kelelahan, tapi 4 urutan gejala paling awal, umumnya sama. Semua pasien merasakan 4 urutan gejala tersebut.

“Karena demam biasanya datang lebih dulu, maka mengukur suhu seseorang bisa menjadi mekanisme skrining yang valid,” kata peneliti.

Covid-19 lebih menular daripada influenza dan cenderung menyebar secara berkelompok. Seorang ahli reumatologi yang tidak terkait dengan penelitian tersebut, Bob Lahita, mengatakan kepada CBS News bahwa model gejala tersebut bisa menjadi panduan yang baik. Studi ini sudah dipublikasikan di Frontiers in Public Health.(jpg)