batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis kurikulum darurat sebagai panduan pengajaran di tengah pandemi Covid-19. Kurikulum darurat tersebut dapat digunakan hingga akhir tahun ajaran 2020/2021.

Namun, bagaimana jika Covid-19 sudah mereda dan pemerintah mencabut status darurat, apakah akan kembali ke kurikulum nasional?

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril pun mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kurikulum baru. Kurikulum tersebut merupakan kelanjutan dari kurikulum yang disederhanakan pada masa pandemi Covid-19.

“Nyambung (kurikulum), artinya tidak usah khawatir kami sudah memikirkan tentang kontinuitas,” ungkapnya dalam siaran radio Sonora Fm, Selasa (25/8).

Maka tidak perlu ada kekhawatiran dari para praktisi pendidikan bahwa peserta didik kompetensinya akan tertinggal. Pasalnya, kurikulum selanjutnya akan disesuaikan dengan kurikulum darurat ini.

“Jadi kurikulum yg nantinya yg kita inginkan adalah kurikulim yg lebih disederhanakan, selepas pandemi ya, kita sudah memikirkan ini sebelum pandemi,” tuturnya.

Hal ini pun, kata dia akan membuka ruang inovasi di mana setiap siswa dan daerah memiliki keunikan masing-masing. Menurutnya, inovasi dan kreativitas ini peelu dibiasakan dalam ekosistem pendidikan di Indonesia.

“Jadi melaksanakan proses pembelajaran itu bukan hal yang mekanik, tapi yang organik, ini pendekatan yang dilakukan kepada makhluk hidup itu harus ekologi, tidak seperti pabrik, ini yang menurut kita harus kita tumbuh kembangkan sehingga keunikan anak ini tumbuh secara holistik (menyeluruh),” jelasnya.

Apalagi, saat ini tantangan dalam berbagai sektor di seluruh dunia mulai berubah, seperti revolusi industri 4.0 yang mengharuskan masyarakat kita untuk lebih terbiasa dengan teknologi untuk dapat bertahan di industri.

“Jadi pada saat bersamaan ini, kurikulumnya ada, kita ada platform teknologi pendidikan nasional yang sedang kita bangun pada saat ini untuk memudahkan juga untuk implementasi. Jadi kurikulum yang disederhanakan ini akan nyambung dengan yang disederhanakan di masa mendatang, yang pada saat ini masih dalam proses penyusunannya,” ungkapnya. (*/jpg)