batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, memastikan akan menutup sementara bar-bar di Kampung Bule, Nagoya. Hal ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran penularan Covid-19, sebab ada satu manajer salah satu bar positif Covid-19.

”Iya, rencananya memang akan ditutup. Masih dibicarakan dengan pemiliknya,” ujar Ardi, Senin siang (24/8).

Ardi menjelaskan, untuk memutuskan penularan Covid-19, pihaknya bersama Tim Gugus Covid-19 mensterilkan kawasan Kampung Bule dengan menyemprotkan disinfektan. ”Kita sterilkan. Mau gimanapun, kawasan itu (Kampung Bule, red) salah satu objek wisata di Batam yang harus dijaga,” katanya.

Selain mensterilkan kawasan tersebut, seluruh pekerja bar di Kampung Bule juga menjalani rapid test. Sebanyak 150 orang pekerja bar di Kampung Bule, menjalani rapid test, Minggu (23/8) malam. Dari jumlah itu, tujuh orang dinyatakan reaktif dan langsung menjalani karantina.

Camat Batuampar, Tukijan, mengatakan, rapid test tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Forum Pengusaha Kampung Bule, setelah seorang manajer bar di kawasan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

”Yang positif ini sudah dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam. Atas permintaan itu, kita lakukan tes massal,” ujar Tukijan.

Ia menjelaskan, rapid test tersebut sudah dilakukan dua tahap. Rencananya, tahap ketiga diikuti 100 pekerja lagi. ”Perkiraan masih ada 100 orang pekerja lagi. Banyak dari mereka yang takut ikut rapid test,” jelasnya.

Dengan adanya pekerja yang reaktif ini, Tukijan mengimbau kepada seluruh pekerja bersedia mengikuti rapid test. Selain itu, ia meminta seluruh pengunjung tetap mematuhi protokol kesehatan.

”Terkait izin nanti dari Dinas Pariwisata. Tapi disayangkan selama ini masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pengusaha Kampung Bule, Icha Jun, mengatakan bahwa selama pandemi ini, bar yang ada di Kampung Bule sudah menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan melalui pengecekan suhu tubuh.

”Di pintu masuk telah disediakan tempat mencuci tangan. Pekerja juga wajib menggunakan masker,” jelasnya.(*/jpg)