batampos.co.id – Pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub), RDP, sudah tiga kali menyelundupkan narkoba jenis sabu.

Dilansir dari Harian Batam Pos, penyelundupan pertama, sebanyak 1 kilogram sabu, lalu yang kedua sebanyak 2 kilogram sabu, dan ketiga sebanyak 3 kilogram sabu.

Dari tiga kali penyelundupan ini, RDP selalu menggunakan seragam Kemenhub dan kartu melintas atau kartu pas untuk masuk bandara sebagai modusnya.

Dengan seragam dan identitasnya itu pasti memudahkan Rano mengelabui petugas di bandara. Namun, aksi Rano terhenti saat ditangkap di Bandara Internasional Hang Nadim bersama teman perempuannya, Sabtu (22/8) lalu.

”Kami masih melakukan pengembangan atas kasus ini,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjen Richard Nainggolan, Senin (24/8/2020).

Dalam setiap aksinya, Reno diupah puluhan juta rupiah. Pada aksi yang terakhir ini, Reno diupah sebesar Rp 40 juta.

Sedangkan Ma, teman wanitanya, sebesar Rp 25 juta. Bandar narkoba yang memesan barang itu baru membayar kedua-
nya Rp 15 juta.

”Barang (sabu) yang diambil pelaku ini berasal dari Pekanbaru,” ungkap Richard.

Dari pemeriksaan, RDP positif mengonsumsi methapetamine (sabu) dan amphetamine (ekstasi). Sedangkam Maulidia negatif narkoba.

Penyelundupan Reno ini sudah aktif dilakukan sejak awal tahun. Namun, terhenti akibat pandemi Covid 19. Namun, RDP kembali beraksi begitu mendapatkan pesanan dari bandarnya.

Dari keterangan yang didapat petugas, RDP dapat masuk mulus di bandara Pekanbaru akibat baju Kemenhub yang dikenakannya dan pas masuk bandara.

Karena bersama Reno, Ma pun juga gampang memasuki bandara. Tapi, nahas, keduanya diamankan di Hang Nadim saat berpindah pesawat, akibat gerak gerik Ma yang mencurigakan.

Sehingga, petugas melakukan pemeriksaan manual terhadap Maulidia dan ditemukan beberapa barang yang mencurigakan.

Petugas lalu menanyakan dengan siapa dirinya akan terbang.
Lalu, perempuan asal Batam ini menujuk ke RDP.

”Karena itu, keduanya dibawa petugas Avsec dan diperiksa. Di sanalah ditemukan sabu,” tutur Richard.

Terkait jaringan RDP ini, menggunakan sistem jaringan terputus. Sehingga, sulit dilacak keberadaan orang yang menyuruhnya.

Berkaca dari kasus Reno, Richard berharap petugas di bandara tidak tebang pilih. Pemeriksaan ketat harus dilakukan bagi siapapun yang masuk ke dalam bandara.

”Tidak melihat siapa yang lewat, SOP(Standar Operasional Prosedur) wajib dijalankan. Tidak boleh tebang pilih,” katanya.(jpg)