batampos.co.id – Warga binaan yang menempati Rumah
Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam jauh melebih daya
tampung ideal.

Tak jarang, warga binaan jadi sakit dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Untungnya, warga binaan yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, tak dipungut biaya sehingga meringankan beban rutan.

Dilansir dari Harian Batam Pos, saat ini jumlah warga binaan mencapai 898 orang, sementara daya tampung ideal hanya sekitar 400-an orang.

Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya tersandung kasus narkoba.

Kasus narkoba masih menjadi urutan teratas yang menyumbang membeludaknya tahanan ataupun narapidana di Rutan dan Lapas
Kelas II Batam.

Kepala Rutan Batam, Yan Patmos, menuturkan, tahanan ataupun narapidana (napi) yang tersandung kasus narkoba ini umumnya rentan sakit.

Hampir setiap bulan ada saja warga binaan kasus narkotika ini yang dirawat di klinik rutan ataupun rumah sakit karena sakit.

Ilustrasi warga binaan di Lapas Kelas IIA Barelang. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

”Ini terjadi karena reaksi atau efek samping dari pemakaian
obat-obatan terlarang tadi. Okelah setahun pertama (setelah ditangkap dan mendapat hukuman) mereka sehat, tapi tahun kedua dan ketiga, penyakit akibat pemakaian obat-obatan tadi mulai beraksi. Ini yang membuat mereka sering sakit-sakitan,” ujar Yan Patmos saat mengikuti acara Funbike Batam Poscdi Batam Center, Sabtu (22/8/2020).

Penyakit yang rentan bagi pengguna narkoba ini beragam, mulai dari gangguan pernapasan, jantung dan penyakit dalam lainnya.

Risiko ini tentu jadiperhat ian tersendiri bagi pihak lapas dan rutan, dimana mereka harus ekstra mengawasi warga binaan yang tersandung kasus narkoba ini.

Jika sakit yang berisiko, maka warga binaan yang bersangkutan dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

”Makanya untuk mereka yang tersandung kasus narkoba kita perhatikan betul dengan keluhan sakit mereka. Kalau kira-kira ada keluhan penyakit menular ya diisolasikan demi kesehatan warga binaan yang lain,” ujar Yan.

Meskipun demikian, sebut Yan, persoalan bisa diatasi dengan baik sebab, dukungan dari Pemerintah Daerah cukup baik. Warga binaan Rutan yang berobat di RSUD tidak dipungut biaya apapun.

”Ini yang kami apresiasi. Selama ini gratis kalau berobat pasien dari kami di sana. Dukungan Pemda ini sangat berarti bagi kami yang bertugas di sana (Rutan) Batam,” ujar Yan.(jpg)