batampos.co.id – Penyebaran Covid-19 yang semakin meluas juga sampai ke Rusun BP Batam, Kabil, Nongsa. Beberapa penghuni yang terkonfirmasi positif di antaranya adalah bayi berusia tujuh bulan berinisial MGID (nomor 424).

Kemudian AEB, nomor 422. Pasien balita berusia 3 tahun, dan WSE, 31, nomor 423 (ibu sang bayi). Ketiga pasien positif ini tertular dari sang ayah berinisial RSGH, 31, nomor 398.

Setelah kasus tersebut merebak, Badan Pengusahaan (BP) Batam pun mengambil langkah cepat. ”Kita langsung melakukan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan ke lingkungan rusun,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Senin (24/8).

Sesuai dengan instruksi Ketua Tim Gugus sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pihak BP Batam terus menjalankan protokol kesehatan berupa pengecekan suhu dan meyediakan tempat cuci tangan di setiap rusun.

”Kemudian terus mensosialisasikan penggunakan masker dan pola hidup bersih dan sehat,” tuturnya.

Sementara, Kecamatan Sekupang yang kini kembali berstatus zona merah, mendorong pihak kelurahan turun kembali ke permukiman warga untuk sosialisasi dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan. Mereka memastikan lingkungan perumahan ataupun pusat keramaian tetap menjalankan protokol kesehatan.

Kelurahan Tanjungriau contohnya. Secara aktif mendatangi permukiman-permukiman yang ada di wilayah kerja mereka. Warga yang berkumpul atau berkeliaran tanpa mengenakan alat pengamanan protokol kesehatan dibubarkan atau dipulangkan ke rumah masing-masing.

”Dari akhir pekan kemarin kita terjun ke lingkungan masyarakat. Maksudnya memastikan protokol kesehatan tetap berjalan dengan baik. Boleh bebas beraktivitas tapi patuhi protokol kesehatan,” ujar Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, kemarin.

Status zona merah untuk wilayah Sekupang diakui Agus, masuk ke wilayah Kelurahan Tanjungriau, dimana ada sejumlah warga yang sudah dinyatakan positif. ”Ada beberapa klaster di sini, makanya kita benar-benar perhatikan protokol kesehatan. RT/RW kembali kita ingatkan untuk perhatikan betul aktivitas warganya masing-masing,” ujar Agus.

Jika ada warga yang mengeluh sakit serta yang baru pulang atau tiba dari daerah yang sudah masuk zona merah, RT/RW harus bergerak aktif memantau warga tersebut. ”Segera lapor ke kita biar ditindak lanjuti oleh tim satgas,” kata Agus. (*/jpg)