batampos.co.id – 12 orang pekerja offshore Migas terkonfirmasi positif Covid-19. Goverment Affairs Senior Manager Premier Oil Indonesia, Buyung Heru Satria mengirim surat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas terkait pasien positif Covid-19 tersebut.

Berdasarkan surat Nomor: L/PONSBV/9831/GA/VIII/2020, tentang laporan terkait pekerja Migas (termasuk kontraktor pihak ketiga) terdampak Covid -19, surat itu ditujukan kepada Bupati Kepulauan Anambas yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Covid -19, yang dikeluarkan pada tanggal 24 Agustus 2020.

Pihak Migas melaporkan bahwa beberapa karyawan dan kontraktor pihak ketiga, 5 orang Premier Oil dan 7 orang kontraktor pihak ketiga, yang baru saja kembali dari offshore dinyatakan positif Covid-19 pada 22 Agustus 2020 lalu.

“Semua pekerja tersebut dalam keadaan stabil dan sudah mendapatkan penanganan medis yang memadai di Jakarta,” kata dia dalam suratnya.

Lanjut dia lagi mengatakan bahwa pelacakan dan penelusuran juga telah dilakukan dan sebagai langkah preventif. “Sejumlah 46 orang karyawan di Lapangan Natuna Sea Block A diterbangkan ke Jakarta pada hari Minggu (23/8/2020) dan sudah di rapid test dengan hasil non-reaktif,” ungkapnya.

Tambah dia lagi menyampaikan semua karyawan tersebut juga sudah menjalani PCR/Swab Test kemarin malam dan hasilnya non reaktif.

Sementara itu untuk kegiatan produksi dan pengiriman minyak dan gas tetap berjalan. Pihaknya pun terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan regu kerja di lapangan.

Di sisi lain Koordinator Gugus Tugas Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan bahwa dari gugus tugas sudah koordinasi secara intensif ke perusahaan migas dan pasien tersebut sudah dibawa ke Jakarta.

“Kita harap pihak perusahaan agar melaporkan penanganan pasien positif terkonfirmasi Covid-19,” sebut Koordinator Gugus Tugas Kepulauan Anambas, Sahtiar kepada media, Rabu (26/8/2020). (fai)