batampos.co.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut ekonomi Indonesia kemungkinan berada di zona negatif tahun ini. Sebab, kondisi ekonomi saat ini terus berangsur menurun.

Pada kuartal-I ekonomi tumbuh hanya 2,97 persen. Malah pada kuartal-II, ekonomi mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melihat, belum pulihnya konsumsi masyarakat serta investasi akibat pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama beratnya laju ekonomi tahun ini. Belanja pemerintah yang digenjot dengan tambahan stimulus dan penanganan dampak Covid-19 tampaknya tak cukup mengompensasi. Sementara itu kegiatan ekspor dan impor juga masih lesu.

“Downside risk menjadi lebih besar, atau kemungkinan perekonomian akan berada pada zona negatif keseluruhan tahun,” katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan, outlook pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 berada di kisaran -1,1 persen hingga 0,2 persen. Sejumlah lembaga dunia memiliki proyeksi beragam, misalnya Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan PDB Indonesia tahun ini terkontraksi 0,3 persen.

Sementara itu Bank Dunia meramalkan PDB Indonesia di angka nol persen, dan Asian Development Bank (ADB) memperkirakan PDB Indonesia -1 persen. Lebih lanjut Sri Mulyani merincikan, konsumsi rumah tangga dan LNPRT akan tumbuh di kisaran -1,3 persen hingga nol persen.

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi masih akan terkontraksi 4,2 persen atau paling minim 2,6 persen. Kegiatan ekpor masih akan mengalami kontraksi 5,5 persen sampai 4,4 persen.

“Impor juga masih kontraksi 10,5 persen hingga 8,4 persen,” kata Sri Mulyani.

Dia menambahkan, konsumsi pemerintah masih akan positif di kisaran 2 persen hingga 4 perse, seiring penambahan stimulus dari APBN dan penanganan ekonomi yang cukup besar.

“Kalau kita lihat keseluruhan outlook, selain yang di bawah kontrol pemerintah yaitu belanja pemerintah, ini akan sangat tergantung pada gerakan konsumsi dan investasi. Ini yang menjadi pusat perhatian kita di kuartal-III dan kuartal-IV,” pungkas Sri Mulyani.(jpg)