batampos.co.id – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

BPJS Kesehatan Cabang Batam menyampaikan subtansi Perpres No. 64 Tahun 2020 dan informasi terbaru seputar program JKN-KIS kepada media dengan melaksanakan gathering pada Kamis (13/8/2020) di kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam di Batam Center.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Dody Pamungkas, mengatakan, BPJS Kesehatan selalu melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Bahkan tanpa penyesuaian iuran pun BPJS Kesehatan selalu mencari cara untuk memberikan kemudahan kepada peserta JKN-KIS.

Ia mengatakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan hampir seluruh faskes tingkat lanjut yang ada di kota Batam yakni sebanyak 21 faskes yang terdiri dari rumah sakit dan klinik utama.

Sementara untuk faskes tingkat pertama, BPJS Kesehatan sudah bekerjasama dengan 99 faskes yang terdiri dari Puskesmas, klinik pratama dan klinik TNI/POLRI.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Dody Pamungkas, menjelaskan upaya BPJS Kesehatan yang selalu mencari cara untuk memberikan kemudahan kepada peserta JKN-KIS. Foto: BPJS Kesehatan untuk batampos.co.id

“Sebenarnya jika dibandingkan dengan total peserta JKN-KIS yang ada di Batam, jumlah faskes sudah cukup. Hanya saja untuk daerah Sagulung memang masih kurang banyak, dan hal ini sudah kami sampaikan kepada dinas kesehatan agar dapat ditambah lagi,” kata Dody.

Dody kemudian menambahkan BPJS Kesehatan juga meningkatkan kualitas pelayanan melalui penyediaan display tempat tidur, antrean online, keberadaan BPJS Satu untuk penanganan pengaduan dan pemberian informasi kepada peserta, serta mengoptimalkan kanal informasi yang dapat diakses oleh peserta salah satunya Mobile JKN.

“Nanti semuanya download Mobile JKN ya,” kata Dody.

Terakhir, ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan membutuhkan bantuan media untuk menyampaikan dan mensosialisasikan program JKN-KIS agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

Tidak hanya itu ia juga mengatakan bahwa BPJS Kesehatan meminta media untuk ikut mengawasi pelaksanaan program JKN-KIS.

“Apabila ada masyarakat yang tidak dilayani tolong kami diinfokan sesegera mungkin agar kami dapat tindaklanjuti dan langsung tuntas,” kata Dody.

Salah satu peserta JKN-KIS yang ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Fitria, pada Jumat (14/8/2020), berharap adanya penyesuaian iuran dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta. Tidak hanya di kantor cabang tapi juga di fasilitas kesehatan.

“Kalau bisa pelayanannya lebih ditingkatkan. Soalnya saya punya pengalaman tidak enak di rumah sakit. Kalau bisa prosedur yang panjang bisa dipangkas sehingga peserta bisa lebih cepat mendapatkan pelayanan,” kata Fitri.(*)