batampos.co.id – Penyakit demam berdarah dangue (DBD) juga jadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Sekupang.

Selama Pandemi Covid-19 ini mewabah, tidak sedikit warga di sana yang positif menderita DBD.

Seperti di lingkungan RW 14 Perumahan Galaxy dan sekitarnya, sedikitnya ada dua warga yang dinyatakan positif DBD. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menyerang, saat pemerintah dan warga setempat fokus melawan penye-
baran Covid-19.

”Ada dua orang yang kena belum lama ini, makanya kami langsung ajukan pengasapan atau fogging ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam,” ujar ketua RW 14, Ferri, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan pengasapan atau fogging ke lingkungan RW 14, Selasa (25/8/2020).

Ini merupakan pengasapan kedua dalam sepekan ini. Pengasapan dilakukan mulai dari deretan ruko di depan perumahan hingga ke
drainase yang tergenang air.

Ilustrasi

Hal ini diapresiasi warga. Namun, besar harapan mereka pengasapan serupa dilakukan merata di seluruh permukiman warga yang ada di Marina.

”Karena di sini perumahannya berdekatan semua. Kalau hanya fokus satu perumahan saja kurang efektif. Nanti nyamuk
terbang ke perumahan lain,” kata Andre, warga
perumahan Graha Mas yang lokasinya tak jauh
dari perumahan Galaxy.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan berharap penanganan penyakit DBD tetap diprioritaskan sehingga tidak mewabah di tengah pandemi yang menggegerkan dunia ini.

”Memang sangat diperlukan untuk fogging menyeluruh,” ujar Agus.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 298 kasus demam berdarah dangue (DBD) sepanjang tahun 2020 ini.

Jumlah yang cukup banyak ini perlu diperhatikan masyarakat agar program 3M Plus sebagai upaya untuk melawan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh sengatan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmajardi menyebutkan, kasus DBD yang paling banyak terjadi pada bulan Januari lalu, yakni sebanyak 61 kasus.

Jumlah itu terus menurun hingga 31 kasus pada bulan April, namun kembali naik pada bulan Mei jadi 34 kasus. Sepanjang Juni, kembali naik jadi 44 kasus.

”Ini jadi perhatian kita semua, meskipun fokus perhatian kita dengan pandemi Covid-19, untuk pola hidup sehat dan program 3M Plus tetap harus diperhatikan. DBD ini sangat perlu diwaspadai karena berbahaya jika terjangkit,” ujar Didi.(*)