batampos.co.id – Mimpi masyarakat Batam untuk memiliki pelabuhan kelas modern lagi-lagi gagal. Pasalnya, kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pelindo II tampaknya tak berlanjut, meski pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Batuampar tampak modern, sebagaimana publikasi yang dilakukan selama ini.

Sinyal berpisahnya Pelindo II dengan BP Batam itu terungkap saat Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, tampil sebagai narasumber dalam webinar BP Batam bersama pengusaha, pemerintah pusat, dan perwakilan Singapura, Kamis (27/8/2020).

Dilansir dari Harian Batam Pos, Rudi mengungkapkan, saat sesi tanya jawab dengan Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan dan Ketua Kadin Komite Singapura, Micheal Goutama.

Pengusaha ternama Batam tersebut mengeluhkan mahalnya ongkos kontainer dari Hongkong-Singapura-Batam, dibanding ongkos kontainer dari Hongkong-Jakarta.

”Soal logistik sangat berat bagi dunia usaha. Sebagai perbandingan, pengiriman Hongkong-Singapura-Batam untuk kontainer 20 feet itu 800 dolar Amerika selama dua atau tiga hari. Sedangkan dari Jakarta-Hongkong selama enam atau tujuh hari itu 400 dolar Amerika. Lebih murah 50 persen,” ungkapnya.

Seorang pekerja sedang memindahkan kontainer di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Ongkos logistik yang masih mahal masih dikeluhkan oleh pengusaha. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Persoalan ini, kata Abidin, sudah ia sampaikan ke Wakil Presiden sebelumnya, Jusuf Kalla (JK) dua tahun lalu.

Bahkan JK sempat turun langsung ke Pelabuhan Batuampar melihat kondisinya. Saat itu, JK mengultimatum BP Batam agar segera diselesaikan persoalan yang muncul, khususnya tarif kontainer.

Bahkan, JK saat itu juga meminta BP menggandeng BUMN yang bergerak di sektor pelabuhan untuk pembenahan Pelabuhan Batuampar.

”Tapi sampai sekarang respon belum ada. Ke Pak Rudi, saya sudah berulang kali telepon. Janji beliau September ini, mudah-mudahan realisasinya ada, karena dapat menjadi hambatan masuk bagi investor ke Batam,” ungkapnya.

Setelah itu, Usman Kansong selaku moderator, mengajukan pertanyaan pada Rudi mengenai apa upaya BP Batam dalam mengatasi persoalan ongkos logistik, berikut juga mengenai pengembangan Pelabuhan Batuampar.

”Saya kira benar apa yang disampaikan Pak Abidin itu. Saya dulu masuk langsung diminta untuk selesaikan ongkos logistik itu,” ucap Rudi.

Ia menuturkan, tim BP Batam sudah bergerak untuk mengatasi persoalan ini.

”Kalau September, insya Allah dibuktikan,” ucapnya lagi.

Ketika berbicara mengenai kerja sama Pelindo II dan BP Batam, ia meminta izin kepada Sesmenko, Susiwijono Mugiarso.

Rudi memang tak menyebut secara gamblang kerja sama dengan Pelindo II batal, tapi ia mengutarakan, BP Batam akan mencari investor baru lagi untuk membangun Pelabuhan Batu Ampar.

”Minta izin Pak Susi (Susiwijono Mugiarso) sebagai Dewan Pengawas. Dulu kerja sama BP itu dengan Pelindo I dan Persero. Mungkin ada kurang pas, jadi bergeser ke Pelindo II. Kemudian, dengan seizin Pak Susi, mungkin kami akan cari investor baru
lagi,” kata Rudi.

”Kalau Pak Abidin berminat, silakan ikuti lelang. Kalau bisa dikuasai secara utuh, maka persoalan ini akan selesai. Soal pelabuhan ini agak panjang,” tuturnya.(jpg)