batampos.co.id – Para tenaga pendidik atau guru diminta untuk menjadi perpanjangan lisan pemerintah untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kepada anak-anak didiknya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, perkembangan Covid-19 di Batam sangat mengkhawatirkan.

“Di Batam hanya tiga kecamatan yang zona hijau, yakni Galang, Bulang dan Belakang Padang. Lainnya, ada yang merah, merah muda dan sisanya kuning,” ujarnya saat penyerahan secara simbolis insentif bagi guru swasta wilayah Sagulung dan Seibeduk di Mall Top 100, Sagulung, Jumat (28/8/2020) siang.

Ia menjelaskan, berdasarkan data laporan harian dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam total kasus terkonfirmasi positif di Batam kini mencapai 545 kasus.

“Dari jumlah yang terpapar itu banyak orang yang tidak bergejala atau OTG, macam kita ini,” jelasnya.

Karena itu, dirinya mengajak semua masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Seperti menggunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan dan rutin berolahraga. Ia menyebutkan, sah-sah saja jika merasa diri sehat.

Namun ia mengingatkan bahwa OTG bisa menjadi pembawa virus atau carrier yang justru membahayakan orang lain.

Ungkapan Amsakar tersebut diperkuat data. Menurut laporan Dinkes dari total 545 kasus, sebagian besar merupakan OTG yakni sebanyak 308 orang.

Sedangkan 112 merupakan pasien yang menunjukkan gejala tertentu. Karena itu, ia kembali menyebutkan penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk dilaksanakan.

“Jadi, semua perlu waspada. Silahkan merasa sehat tapi jangan mengabaikan protokol kesehatan,” ajaknya.

Ia menekankan, penerapan protokol kesehatan mutlak harus dilaksanakan. Terlebih saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau yang juga disebut New Normal.

Menurutnya, AKB, sesuai namanya merupakan kebiasaan baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang dimaksud.

“Jadi bukan normal seperti sebelum pandemi ini ada,” terangnya.

Amsakar juga mengapresiasi kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan. Seperti  membuat jarak antar tempat duduk peserta yang sesuai standar, pemeriksaan suhu tubuh hingga pesertanya kompak memakai masker.

Kepada guru-guru tersebut, Amsakar meminta agar menjadi perpanjangan lisan pemerintah untuk menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan.

“Guru adalah tokoh masyarakat, bapak ibu ditinggikan seranting didahulukan selangkah. Selalu jadi referensi masyarakat. Ayo sama-sama kita jaga kota kita tercinta ini,” pungkasnya.(*/esa)