batampos.co.id – Proyek interkoneksi air baku dari Waduk Tembesi ke Waduk Mukaku-
ning sudah rampung 69,5 persen.

Progres tersebut sudah meliputi pemasangan pipa transmisi yang sudah mencapai 2,9 kilometer (km) dari target 3,6 km.

Saat ini, kontraktor tengah membangun lokasi ponton untuk tempat pompa penyedotan air di Waduk Tembesi.

”Tim tengah menggunakan mesin pancang untuk memasang tiang ponton. Dari ponton nanti di atasnya diletakkan pompa,” kata Pimpinan proyek (Pimpro) interkoneksi dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, Misyar Yunanto, Jumat (28/8/2020) di Waduk Tembesi seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Misyar mengatakan, akan ada lima pompa yang digunakan untuk menyedot air dari Waduk Tembesi. Satu unit memiliki kapasitas 150 liter per detik.

Nanti empat unit akan digunakan, sedangkan satu unit berada dalam posisi standby atau siaga.

”Satu unit sebagai cadangan. Ketika satu istirahat, nanti gantian dengan unit standby
tersebut,” ucapnya.

Adapun, pipa untuk transmisi air sepanjang 3,6 km berdiameter 700 mm. Pipa tersebut ditanam dengan jarak kedalaman yang bervariasi.

”Pemasangannya tergantung saat proses pancang ketemu tanah keras. Kalau kena tanah
keras, maka disetop. Jadi, jarak kedalaman bervariasi dari 6 hingga 12 meter,” paparnya.

Di lokasi proyek, kontraktor Indobangun Megatama, juga mendirikan bangunan untuk
penjaga, bangunan genset dan bangunan panel.

”Kapasitas listrik dari PLN itu terpasang 1.000 kva. Sedangkan genset standby juga 1000 kva. Jika listrik PLN ada masalah nanti, maka genset yang menanggulangi,” ungkapnya.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek yang dimulai 8 Juni tersebut akan berlangsung selama 120 hari dan diperkirakan rampung Oktober mendatang.

Tapi, Misyar menyebut jika proyek ini bisa selesai lebih cepat pada pertengahan September nanti.

”Pertengahan September kalau tak ada halangan bisa segera siap dan segera berope-
rasi. Menurut kontrak, memang selesai di Oktober, tapi dipercepat karena krisis air.  Waduk Mukakuning sekarang turun drastis dan di sisi lain, sayang jika air Waduk Tembesi tidak dimanfatkan,” ungkapnya.

Proyek pemasangan jaringan pipa bernilai sekitar Rp 45,7 miliar dengan ruang lingkup pekerjaan ini temasuk pengadaan dan pemasangan pipa, pompa, genset, ponton dan
aksesoris.

Pelaksanaan pemasangan jaringan pipa paralel dengan pekerjaan lainnya, dengan empat tim, yaitu satu tim pekerjaan di hulu, satu tim di hilir, satu tim pekerjaan intake/ ponton dan satu tim pekerjaan mekanikal elektrikal.

Nantinya, volume air baku yang akan dipompakan dari waduk estuari Tembesi sebesar 600 liter per detik menuju Waduk Mukakuning dan Waduk Duriangkang.

Ke depannya, Waduk Tembesi merupakan bagian dari sistem ketersediaan air baku
SPAM Barelang yang akan dikembangkan dalam konsep Batam Integrated Total Water Management (BITWM).

Yakni, sistem manajemen pengelolaan air terpadu, termasuk interkoneksi. Berikutnya, BP Batam sedang mempersiapkan rencana pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) di Waduk Tembesi dengan Kapasitas 350 liter per detik yang direncanakan dapat beroperasi tahun depan.

Tujuannya, agar dapat memenuhi kebutuhan air untuk 3 hingga 4 tahun ke depan.(jpg)