batampos.co.id – Keributan kembali terjadi di Pelabuhan Telaga Punggur, Nongsa. Penyebabnya, seorang YouTuber Batam, Yusi Fadila, diadang sejumlah pengendara taksi konvensional atau taksi pangkalan saat menjemput rekannya di pelabuhan tersebut, Selasa (25/8/2020) lalu.

Dilansir dari Harian Batam Pos, informasi yang didapatkan, Yusi menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan mobil pribadi yang baru dibelinya.

Namun, ia diadang sopir taksi pangkalan karena dituding sebagai sopir taksi online.

”Aku enggak boleh jemput siapapun, walaupun memakai mobil sendiri,” tutur Yusi melaui akun Instagramnya.

Yusi mengaku, saat itu menggunakan mobil yang baru dibelinya dua minggu lalu. Namun, saat hendak meninggalkan pelabuhan, ia diminta untuk menurunkan rekan yang dijemputnya tersebut.

”Saya sudah tunjukkan bukti bahwa bukan driver online. Dari HP (handphone/ponsel) sampai bukti beli mobil,” katanya.

Pelabuhan Domestik Punggur. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Namun, bukti yang ditunjukkan Yusi tak memberikan solusi. Ia diminta untuk tetap
meninggalkan pelabuhan, sementara rekannya dipaksa menaiki taksi pangkalan atau
mobil yang tak terdaftar dalam aplikasi taksi online.

”Kejadian seperti ini membuat tidak nyaman. Padahal, sudah ditunjukkan bukti-bukti, tetap tidak ada solusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Wilayah Keamanan Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Syaiful
Badawi, mengatakan, untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya meminta semua pemilik mobil taksi online menghapus aplikasi dan data yang terdaftar di perusahaan jika
mobil tersebut dijual.

”Kemudian, tembusannya dilaporkan ke kita. Jadi saat masuk ke pelabuhan atau bandara, tidak diganggu driver pangkalan,” katanya.

Selain itu, bagi driver taksi online atau yang membeli mobil bekas taksi online dan hendak menjemput keluarga ke bandara atau pelabuhan, agar melaporkan ke pos polisi di lokasi.

”Jika sudah dilaporkan, kita akan mengawal dan menginformasikan ke driver pangkalan di dalam. Jadi tidak terjadi salah paham lagi,” katanya.

Badawi menambahkan, selain aturan dari pihaknya tersebut, ia juga meminta pemerintah mengeluarkan regulasi yang jelas. Sehingga, tidak mengganggu kenyamanan di lokasi.

”Untuk sekarang aturan itu saja yang kita buat. Itu untuk mencegah agar tidak terjadi
keributan lagi,” pungkasnya.(jpg)