batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menganggarkan Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota murid, guru, mahasiswa dan dosen. Untuk para siswa di semua jenjang akan mendapatkan bantuan tersebut selama empat bulan. Rencananya diberikan pada awal September.

“Itu semua siswa diberi, rencananya awal September. Subsidi ini bagian dari ikhtiar kita untuk memberi solusi pada pembelajaran jarak jauh,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Jumeri dalam Bincang Sore Kemendikbud secara virtual, Jumat (28/8).

Untuk pembagiannya, siswa akan mendapatkan bantuan subsidi sebesar Rp 35 ribu atau setara dengan 35GB. Sedangkan guru akan diberi kuota 40GB.

Menurutnya, kuota 35GB juga telah cukup untuk digunakan selama satu bulan. Jika tidak mencukupi, maka itu merupakan tanggung jawab orang yang memakainya.

“Saya rasa 35GB cukup kalau tidak dipakai untuk yang neko-neko, kalau dipakai neko-neko itu tanggung jawab orang itu. Kemampuan negara hanya 35GB, itu kita udah nawar itu. Harga per GB itu Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu, ditawar jadi Rp 1.000,” terang dia.

Sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring dilaksanakan, pihaknya banyak mendapatkan keluhan terkait pulsa dan kuota tersebut. Mengantisipasi adanya kesenjangan antar murid, pihaknya pun menginisiasi subsidi kuota dengan maksud tidak ada lost generation (perbedaan kemampuan di satu generasi).

“Sekarang miskin atau kaya kita beri semua sehingga diharapkan anak-anak kita bahagia belajar, tidak berpikir tentang pulsa dan biaya yang dikeluarkan,” jelasnya.(jpg)