batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menutup lima fasilitas kesehatan (Faskes) karena tenaga medis (nakes) yang terpapar Covid-19 semakin banyak. Lima faskes itu, yakni empat puskesmas dan sebagian layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, khususnya layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan poliklinik.

”Iya, tutup sementara empat puskesmas. Sekarang tim medis lagi melakukan penyisiran kontak dekat dengan pasien positif sebelumnya,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (28/8).

Empat puskesmas yang menghentikan pelayanan kesehatan, yaitu Puskesmas Jabi, Mentarau, Seilangkai, dan Tiban Baru. Saat ini penambahan kasus dari tenaga kesehatan makin meluas.

Untuk itu perlu langkah antisipasi di bagian pelayanan kesehatan masyarakat dan petugas medis yang bertugas di tempat temuan kasus. ”Ditutup selama 14 hari ke depan. Jadi, pelayanan tidak dibuka dulu,” tuturnya.

Selain empat puskesmas, pelayanan di RSUD Embung Fatimah Batuaji juga ditutup. Pelayanan IGD dan poliklinik dihentikan sementara, karena ada empat kasus positif Covid-19 yang ditemukan di sana.

Penutupan ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Didi mengungkapkan, penutupan layanan ini juga berlaku selama 14 hari ke depan. ”Sterilisasi dulu,” kata dia.

Humas RSUD Embung Fatimah, Fatimah Novi, membenarkan penutupan layanan IGD dan poliklinik rumah sakit pelat merah tersebut. Penutupan dilakukan mulai Jumat (28/8) pagi sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, atau paling cepat hingga dua pekan ke depan.

Novi menjelaskan, penutupan layanan rumah sakit ini, selain memutus rantai penyebaran Covid-19 juga bertujuan upaya screening terhadap petugas tenaga kesehatan. ”Sampai ada hasil screening tenaga kesehatan kami dinyatakan aman memberikan pelayanan (baru buka kembali),” ujarnya. (*/jpg)