batampos.co.id – Pergerakan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Batam semakin mengkhawatirkan. Setelah sempat stagnan pada Juni lalu, angka kasus meroket selama dua bulan terakhir. Bahkan empat hari terakhir, muncul 118 kasus baru di Batam. Rinciannya, 46 kasus pada Kamis (27/8), 54 kasus pada Jumat (28/8), dan 18 kasus pada Sabtu (29/8). Sementara data Minggu (30/8) sebanyak 46 kasus.

“Pada hari ini Minggu, 30 Agustus 2020, kami sampaikan rilis terbaru kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Batam. Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis Laboratorium BTKL PP Dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil Temuan Kasus Baru Dan Hasil Tracing,” Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi.

Didi melanjutkan, orang yang terpapar dari temuan kasus baru ini sebanyak 46 orang Warga Kota Batam yang terdiri atas 19 orang laki-laki dan 27 orang perempuan terkonfirmasi positif.

“Data sampai Sabtu (29/8), jumlah pasien terkonfirmasi positif 617 kasus, 374 sembuh, 211 sedang dirawat, dan 32 meninggal dunia,” kata dr Didi Kusmarjadi, Minggu (30/8).

Ia mengungkapkan, penambahan jumlah kasus masih berasal dari kontak erat pasien positif sebelumnya. Pasca banyaknya tenaga medis yang positif, pihaknya bersama tim kesehatan langsung menyisir kontak erat dalam upaya menekan penyebaran virus. ”Tetap jaga kesehatan agar tidak ada penambahan klaster baru,” imbaunya.

Meroketnya kasus baru Covid-19 di Batam ini, membuat sejumlah kecamatan berstatus zona merah. Mengacu data Gugas Batam, ada lima kecamatan di Batam berstatus zona merah. Yakni, Sekupang, Nongsa, Batam Kota, Galang, dan Seibeduk.

Menyusul tiga kecamatan zona merah muda, yakni Bengkong, Batuaji, dan Sagulung. Zona kuning Batuampar. Sementara, masih ada dua zona hijau, yaitu Belakangpadang dan Bulang.(*/jpg)