batampos.co.id – Waduk Sei Harapan yang berada di Kecamatan Sekupang merupakan waduk pertama yang dibangun di Pulau Batam pada 1978.

Waduk tersebut beroperasi pada 1979 dan memiliki luas permukaan 87,64 hektar, dengan luas genangan mencapai 75 hektare.

Waduk Sei Harapan diketahui memiliki volume tampung hingga 3.637.000 m3 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sekupang, Marina, dan sebagian Tiban.

Waduk Sei Harapan awalnya merupakan merupakan waduk sementara dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pertamina Sambu.

Namun, akhirnya dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sekupang.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, kondisi Waduk Sei Harapan, saat ini masih cukup baik dan pemeliharaan terus dilakukan BP Batam, melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan.

Waduk Sei Harapan yang berada di Kecamatan Sekupang. Waduk ini merupakan waduk yang pertama kali dibangun di Kota Batam pada tahun 1978. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Namun, pihaknya berharap partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga waduk Sei Harapan.

“Curah hujan saat ini cukup tinggi dan ketersediaan air baku di dalam waduk Sei Harapan cukup baik dan diharapkan partisipasi masyarakat untuk ikutserta dalam menjaga keamanan daerah tangkapan air waduk Sei Harapan dari kegiatan ilegal,” jelasnya, Senin (31/8/2020).

Pihaknya berharap masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat terkait apabila ditemukan adanya kegiatan ilegal di sekitar daerah tangkapan air maupun di dalam genangan waduk.

Ia menjelaskan, untuk sedimentasi waduk, akan segera dilakukan normalisasi.

Normalisasi, lanjutnya, akan dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Kementerian PUPR.

“Normalisasi direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2020,” tuturnya.(esa/adv)