batampos.co.id – Jumlah tenaga medis (nakes) yang terinfeksi Covid-19 di Batam terus bertambah. Data Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Batam pada Minggu (30/8), dari 46 pasien Covid-19 baru (versi Gugus Tugas Provinsi Kepri 59 kasus baru), 33 di antaranya tenaga kesehatan (nakes).

Bahkan, jika ditotal sedari awal Covid-19 jadi pandemi di Batam, sudah 85 nakes yang terinfeksi. Beberapa di antaranya sudah ada yang sembuh. Namun yang terbanyak dalam satu bulan terakhir. Baik dari fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah maupun swasta.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, menegaskan, semua pihak harus tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama untuk tenaga medis yang setiap saat bersentuhan langsung dengan masyarakat yang sakit. Setiap orang sakit itu juga belum bisa dipastikan apakah sakit biasa atau suspect Covid-19.

”Memang harus sesuai standar medis diperlakukan, apakah orang sakit biasa atau orang sakit yang terkena Covid-19. Ketika belum tahu, dia (tenaga kesehatan, red) harus jaga diri dulu,” tegasnya dilansir Harian Batam Pos.

Sebab, kata Aman, ketika standar itu tidak dilakukan, maka dampaknya akan seperti yang terjadi pada saat ini. Semakin banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Aman mengatakan, dengan semakin banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif, ia mengkhawatirkan pelayanan kepada masyarakat juga akan terganggu ke depannya.

”Padahal tenaga medis ini garda terdepan untuk memastikan masyarakat harus sehat, ditangani dan dilayani dengan baik. Ini perlu perhatian yang sangat serius,” katanya.

Ia mengingatkan, jangan gara-gara ada pemberlakuan adaptasi kehidupan baru, lalai dengan persoalan Covid-19 ini yang pada akhirnya tidak memakai alat pelindung diri (APD) dan segala macam pelindung diri.

”Saya pikir sampai kapan pun sebelum Covid-19 ini selesai, maka tenaga medis harus mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan APD ketika menangani pasien,” lanjutnya.(*/jpg)