batampos.co.id – Amblasnya bangunan pelintas air di bawah aspal Jalan Sudirman di dekat SPBU Sukajadi, disebabkan karena tekanan kuat air yang bercampur dengan sampah sehingga meru-
buhkan fondasi jalan.

Kasubdit Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal Badan Pengusahaan (BP) Batam, Boy Zasmita, menyebut, banyaknya sampah di drainase dapat membuat umur pemakaian jalan semakin pendek.

”Jadi begini, tanah di Batam punya karakteristik berbeda, karena mengandung bauksit, sehingga tak bisa menyerap air. Beban tekanan air semakin bertambah karena ada sampah yang menghalangi,” jelasnya, Senin (31/8/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Sebenarnya, tekanan air tidak akan sampai membuat jalanan amblas.

Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, saat melakukan perbaikan di badan jalan yang amblas di Jalan Sudriman Kota Batam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

”Meskipun tekanan air itu luar biasa,tapi tidak  akan sampai jebol. Tapi ini ada sampah. Ditambah lagi ada tekanan dari atas (kendaraan) dan ditambah sedimen akibat dari maraknya pembangunan, membuat jalan amblas,” ungkapnya.

90 persen penyebab banjir di Batam karena sampah. Sampah yang memenuhi drainase, menyebabkan drainase tidak bisa menampung debit air lagi.

Bahkan, Boy menyebut di kolam besar yang terletak di Simpang Kabil, banyak ditemukan sampah berukuran kecil sampai berukuran besar seperti springbed.

”Syukurnya, bangunan penopang jalan memakai baja campuran sehingga hanya melendut saja. Kalau semuanya beton, maka bisa runtuh jalannya,” jelasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, tanah dan bangunan pelintas air yang berada di bawah aspal Jalan Jenderal Sudirman amblas
tersapu air yang melimpah usai hujan deras mengguyur Kota Batam, Sabtu (29/8/2020) lalu.

Perbaikan jalan tersebut dikerjakan Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).(jpg)